Akurat Logo

PDIP Disarankan Jadi Oposisi: Demi Masa Depan Politik di Pemilu 2029

Paskalis Rubedanto | 27 September 2024, 14:46 WIB
PDIP Disarankan Jadi Oposisi: Demi Masa Depan Politik di Pemilu 2029

AKURAT.CO PDI Perjuangan (PDIP) disarankan untuk tetap berada di luar pemerintahan, demi mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2029. Langkah ini dinilai lebih strategis dalam memupuk kepercayaan publik.

Pengamat politik dari Indonesian Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, menyatakan, demokrasi Indonesia telah mengalami banyak tantangan dalam sepuluh tahun terakhir, sehingga bergabung dengan pemerintahan Prabowo Subianto bukanlah langkah bijak bagi PDIP.

"Demokrasi sudah mengalami kemunduran sepanjang sepuluh tahun terakhir. Bagi PDIP, lebih baik berada di luar pemerintahan untuk membangun kembali kepercayaan publik dan bersiap menghadapi Pemilu 2029," kata Dedi kepada Akurat.co, Jumat (27/9/2024).

Baca Juga: Heboh Momen Komedian Alfiansyah Komeng Ikut Rapat DPD RI, Ternyata Bisa Tampil Mode Serius!

Dedi menambahkan, pilihan PDIP saat ini bukan hanya soal strategi politik jangka pendek, tetapi lebih kepada kepentingan masa depan partai.

"Saat ini, pilihannya bukan hanya soal strategi jangka pendek, tetapi realistis untuk masa depan," jelasnya.

Sebelumnya, Ketua DPP PDIP sekaligus Ketua DPR RI, Puan Maharani, memberi sinyal bahwa partainya mungkin akan bergabung dalam pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Menurut Puan, tidak ada sejarah permusuhan antara PDIP dan Prabowo.

"Insya Allah, tidak ada yang tidak mungkin," kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/9/2024).

Baca Juga: Polisi Tak Menutup Kemungkinan Periksa Keluarga 7 Mayat Pria di Kali Bekasi

Puan juga memastikan bahwa komunikasi antara PDIP dan Prabowo terus terjalin sejak berakhirnya Pemilu dan Pilpres 2024. "Kami selalu berkomunikasi sejak Pemilu selesai," tambahnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.