Fahri Hamzah Minta Anies Baswedan Introspeksi Terkait Potensi Gagal Melaju di Pilkada Jakarta 2024

AKURAT.CO Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah, meminta Anies Baswedan untuk melakukan introspeksi diri terkait situasi yang dihadapinya saat ini, di mana ia berpotensi tidak mendapatkan tiket untuk maju dalam Pilkada Jakarta 2024.
Fahri menjelaskan, popularitas bukan lagi menjadi faktor penentu bagi seseorang untuk bisa maju sebagai calon kepala daerah.
Sebaliknya, keputusan kini lebih banyak ditentukan oleh partai-partai politik yang memiliki tiket untuk mengusung figur-figur mereka.
Baca Juga: Paris 2024 Berakhir, Los Angeles 2028 Mulai Gaungkan 'Olimpiade Hollywood'
"Terkait Bung Anies Baswedan, ini perlu refleksi, perlu introspeksi. Karena sistem tiket yang ada sekarang menyebabkan popularitas itu sebenarnya jadi nggak ada gunanya," ujar Fahri kepada wartawan di Media Center Gelora, Jakarta, Senin (12/8/2024).
Saat ini, Anies Baswedan berpotensi gagal maju ke Pilkada Jakarta setelah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membuka peluang bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM), yang menandakan bahwa Anies mungkin tidak lagi menjadi pilihan utama bagi PKS.
"Pada dasarnya tiket itulah yang menentukan, dan sumber tiket ini pada akhirnya tidak mempertimbangkan popularitas. Ada waktunya popularitas dipertimbangkan, ada waktunya tidak. Dugaan saya, dalam konteks DKI, popularitas tidak akan dipertimbangkan," lanjut Fahri.
Baca Juga: Jokowi Akui Kurangi Jumlah Tamu Undangan HUT RI di IKN Gara-gara Keterbatasan Hotel
Fahri juga menepis anggapan bahwa kegagalan Anies untuk maju di Pilkada Jakarta disebabkan oleh skenario penjegalan. Menurutnya, hal ini murni karena sikap pragmatis partai-partai yang sebelumnya berencana mengusung Anies.
"Tidak ada penjegalan. Ini murni soal pragmatisme dalam pemilihan tiket saja," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi







