PDIP Kesulitan Tentukan Dukungan di Pilkada Jakarta 2024

AKURAT.CO Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dinilai tengah mengalami kesulitan dalam menentukan calon yang akan diusung pada Pilkada Jakarta 2024.
Pengamat politik, Ujang Komarudin, menyebut PDIP sedang kebingungan mencari figur yang bisa dijual sebagai calon gubernur (cagub) atau calon wakil gubernur (cawagub) di Jakarta.
"PDIP lagi kebingungan mencari figur sosok yang bisa dijual untuk menjadi cagub atau cawagub di Jakarta," kata Ujang kepada Akurat.co, Minggu (4/8/2024).
Menurut Ujang, PDIP juga menghadapi dilema jika harus mendukung Anies Baswedan, karena tidak akan mendapatkan apa-apa, mengingat posisi cawagub untuk Anies sudah diamankan oleh PKS.
Baca Juga: Olimpiade Paris: Carolina Marin Cedera, Gregoria Mariska Dipastikan Rebut Perunggu
Situasi ini diperparah dengan wacana Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus, yang melibatkan partai koalisi KIM bersama PKB, PKS, atau NasDem. Hal ini semakin menyulitkan PDIP dalam menentukan arah dukungan.
"Mendukung Anies dilematis karena calon wakilnya dari PKS. Dukungan ini tidak memberikan keuntungan bagi PDIP, dan mendukung KIM juga tidak mungkin," jelas Ujang.
“PDIP memang kesulitan di Jakarta, apalagi dengan adanya gagasan KIM Plus yang melibatkan PKB, NasDem, PKS, dalam pemerintahan," tambahnya.
Jika wacana KIM Plus benar-benar terwujud, PDIP kemungkinan besar akan menjadi satu-satunya partai besar yang tidak memiliki koalisi kuat di Pilkada Jakarta, mengingat mereka tidak dapat mengusung calon sendiri karena kurangnya kursi di DPRD Jakarta.
Baca Juga: Meriahkan Kemerdekaan, Persebaya Surabaya Pakai Kostum Merah di Laga Kandang Liga 1 Bulan Agustus
"Kalau itu terjadi, hanya tersisa PDIP yang tidak bisa mengusung calon sendiri karena tidak mencapai 20 persen," tutup Ujang.
Sebelumnya, wacana pembentukan Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus atau bergabungnya partai lain di luar KIM dalam Pilkada Jakarta 2024 disambut positif oleh DPP Partai Golkar.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Dito Ariotedjo, menyebutkan bahwa PKB, PKS, atau Perindo kemungkinan akan bergabung dengan KIM.
"Komunikasi intens seperti kemarin di HUT PKB. PKS juga menyatakan ingin bersama. Perindo juga melalui Mbak Angela (Tanoesoedibjo) dalam pidatonya dan press conference sudah menyatakan akan bersama pemerintah selanjutnya di bawah Pak Prabowo-Gibran," kata Dito saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/8/2024).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 10Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu






