Akurat Logo

Anies-Kaesang Haram Dikawinkan di Pilkada Jakarta

Paskalis Rubedanto | 19 Juli 2024, 07:35 WIB
Anies-Kaesang Haram Dikawinkan di Pilkada Jakarta

AKURAT.CO Wacana memasangkan mantan capres Anies Baswedan dengan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, di Pilkada Jakarta 2024, sebaiknya jangan sampai terjadi.

"Maka ketika orang mendiskusikan kemungkinan Mas Anies dengan Mas Kaesang itu disatukan, bagi saya itu perkawinan terlarang yang tidak boleh kita teruskan. Dan tidak boleh itu terjadi," kata pengamat politik Boni Hargens dalam wawancara bersama Akurat Talk, dikutip Jumat (19/7/2024).

Ia mengatakan, salah satu alasannya adalah karena perlakuan Anies di masa Pilkada Jakarta 2017.

Baca Juga: 5 Doa yang Tidak Ada Keraguan untuk Allah Kabulkan

Saat dirinya bangga menang karena dukungan kelompok radikal, Anies dinilai telah gagal menjadi pemimpin. 

"Bukan karena Pak Anies tidak baik. Pak Anies orang hebat, cerdas dan toleran. Tetapi ketika Pak Anies tidak pernah merasa bersalah bahkan merayakan kemenangannya di Pilkada 2017 karena dukungan kelompok radikal, saya kira di situlah Pak Anies gagal sebagai pemimpin. Maka saya tidak mengharapkan itu terjadi," jelas Boni.

Sedangkan Kaesang, menurut dia, adalah sosok anak muda yang berpengaruh di manapun dipasangkan di pilkada nanti.

Baca Juga: JPPR Kritisi Demokrasi Indonesia, Terjadi Penurunan Signifikan Pasca 25 Tahun Reformasi

Dengan kata lain jika Anies dipasangkan bersama Kaesang, maka peluang menang akan sangat tinggi. Sehingga hal itulah yang menjadi kekhawatiran.

"Mas Kaesang itu game changer. Di manapun dia dimajukan akan menentukan proses menang kalah. Kenapa? Karena sosoknya yang muda dan talenta, dan putra presiden. Tentu dia akan mengubah pola permainan di mana dia maju," bebernya.

"Kalau dia di Jakarta, dia akan bisa menggeser bandul Jakarta yang sudah lama dikuasai oleh PKS dan Pak Anies masih di atas survei. Saya kira itu bisa mengubah peta. Tergantung nanti Mas Kaesang akan maju dengan siapa, didukung oleh partai mana," pungkas Boni.

Baca Juga: Denny JA Respons Persepsi Soal Puisi Esai dan Satupena

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.