Akurat Logo

Tanpa Anies, Koalisi PDIP-PKS Lebih Mematikan di Pilgub Jakarta

Atikah Umiyani | 14 Juni 2024, 10:37 WIB
Tanpa Anies, Koalisi PDIP-PKS Lebih Mematikan di Pilgub Jakarta

AKURAT.CO PDI Perjuangan (PDIP) menjadi lebih mematikan bagi para pesaing jika berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam Pemilihan Gubernur Jakarta 2024.

Sebab, dua partai tersebut punya basis pemilih yang kuat dan setia di Jakarta. Sehingga, koalisi ini berpeluang menang meskipun tidak mengusung Anies Baswedan sebagai calon gubernurnya.

"PDIP akan lebih diuntungkan jika berkoalisi dengan PKS. PDIP-PKS akan sulit dikalahkan di DKJ siapapun calonnya yang mereka usung. Sebab kekuatannya bukan lagi pada siapa calonnya tapi pemilih setia dua partai ini," kata Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti, kepada wartawan, Jumat (14/6/2024).

Baca Juga: PDIP Tak Punya Tradisi Usung Non Kader, Peluang Anies Baswedan Mengecil?

Ray mengatakan, koalisi PDIP-PKS bukan hanya akan mencolok di Pilgub Jakarta, tapi juga akan berimplikasi dalam dinamika politik nasional, dimana PDIP dan PKS sama-sama berada di luar pemerintahan.

"Koalisi PDIP-PKS bukan saja akan berdampak di DKJ tapi akan punya gaung di tingkat nasional. Lebih lagi kalau dua partai ini bersatu jadi partai oposisi di tingkat nasional," ujarnya.

Dia mengatakan, basis pemilih PKS tak perlu diragukan lagi karena sudah sangat mengakar bagi masyarakat Jakarta. Hal ini dibuktikan dengan perolehan Pileg tingkat provinsi kemarin, di mana PKS keluar sebagai pemenang pertama.

Selain itu, dia meyakini, selama ini besarnya dukungan Anies di Jakarta semata-mata karena dominasi dari pemilih PKS. Sehingga PKS tetap berpeluang meskipun tidak mengusung Anies sebagai cagubnya.

"Anies tanpa PKS akan anjlok. Basis pemilih Anies itu adalah PKS. Tanpa PKS, Anies kehilangan dukungan yang signifikan," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.