Prabowo Serius Bentuk Presidential Club, Sudah Direncanakan Sejak 10 Tahun yang Lalu

AKURAT.CO Presiden terpilih, Prabowo Subianto, sangat serius membentuk Presidential Club 2024-2029. Gaktanya, rencana tersebut sudah direncanakan dari 10 tahun lalu.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman, mengatakan wacana tersebut sudah sering didiskusikan di internal Gerindra.
“Tentu ini serius sekali, gagasan tersebut sudah disampaikan Pak Prabowo, sering didiskusikan dengan kami, terutama kader-kader Partai Gerindra sejak bertahun-tahun lalu, saya ingat betul mungkin sekitar tahun 2014 Pak Prabowo itu pernah sampaikan ide tersebut,” katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/5/2024).
Baca Juga: Tingkatkan Produksi Lewat Pompanisasi, Sekjen Kementan Berbagi Tips dan Pengalaman
Habiburokhman menyebut, Presidential Club nantinya akan mengakomodir presiden-presiden RI sebelumnya, guna dimintai pendapat mereka dalam menjalankan program-program Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka.
“Mengakomodir para presiden yang pernah menjabat, bahkan beliau enggak sebut mantan presiden karena presiden itu kan jabatan tidak ada bekasnya, jadi periodenya saja, presiden ketujuh ke enam kelima, nah ini harus dimintai pendapatnya. Karena kan untuk mengonfirmasi untuk menanyakan kebijakan-kebijakan yang pernah diambil tempat yang paling tepat adalah orang top leader yang merumuskannya di waktu yang lalu. Jadi ini sangat-sangat serius,” jelas Habibur.
Selain itu, ia juga memastikan komunikasi antara Prabowo dan Presiden ke-5, ke-6, dan ke-7, yakni Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Joko Widodo, semuanya berjalan baik.
Baca Juga: Bagaimana Hubungan Antara Kelangkaan Suatu Barang dengan Bencana Alam?
“Soal komunikasi, terus terang ini sangat baik sekali, baik dengan pihak Ibu Megawati, dengan pihak Pak SBY, dengan pihak Pak Joko Widodo,” ungkapnya.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI ini lebih lanjut menjawab pertanyaan awak media, mengapa Presidential Club tidak dimasukan ke dalam Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), yang fungsi dan wewenangnya kurang lebih sama.
“Kami terbuka juga silahkan saja kalau temen-temen ingin mengusulkan apakah di masukan ke Wantimpres, yang penting ada sarana dimana para presiden yang pernah menjabat tersebut bisa memberikan masukan secara ekslusif, beliau kan presiden yang pernah menjabat, tentu kita harus kasih tempat yang lebih terhormat,” jelasnya.
Menurutnya, para presiden yang pernah menjabat itu harus diberi fasilitas khusus agar berbeda dengan yang lainnya.
Baca Juga: Dorong Program Esports di Ranah Akademik, Garudaku Guyur Rp330 Juta ke 420 Siswa
“Kalau ingin memberikan masukan harus difasilitasi secara khusus, beda dengan misalnya Habiburokhman mau ngasih pendapat, kalau presiden yang pernah berkuasa harus dikasih tempat yang khusus,” demikian Habiburokhman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi







