Tak Ada Korelasi Program Bansos dengan Kemenangan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024
Citra Puspitaningrum | 7 April 2024, 15:40 WIB

AKURAT.CO Program bantuan sosial (bansos) tidak memiliki korelasi dengan kemenangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuking Raka sebagai presiden dan wakil presiden terpilih yang telah ditetapkan KPU pada Rabu (20/3/2024).
Direktur Eksekutif Indo Barometer, M. Qodari, mengatakan, pilihan masyarakat tidak terpengaruh oleh kehadiran bansos. Lebih tepatnya, kedewasaan masyarakat yang menuntun mereka menentukan hak pilih berdasarkan kualitas para pemimpin.
"Jadi alasan masyarakat memilih capres karena punya kualitas. Hal serupa juga berlaku pada politik uang atau serangan fajar, sehingga tidak ada jaminan antara pemberian money politic dengan memilih kandidat apalagi itu pemberian bantuan sosial atau perlindungan sosial," katanya dalam keterangan pers, Minggu (7/4/2024).
Baca Juga: Sidang MK Usai, Tim Prabowo-Gibran: Jangan Ada Lagi Narasi Jokowi Cawe-cawe dan Intervensi
Sosok calon seperti Prabowo yang dikenal tegas, Anies Baswedan yang dikenal pintar dan Ganjar Pranowo merakyat memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing.
Tetapi itu semua sudah dibuktikan dengan hasil pemungutan suara yang menempatkan Prabowo-Ganjar keluar sebagai pemenang.
"Kenapa calon A menang dibandingkan dengan calon B? Karena yang mau kualifikasi A mungkin proporsinya lebih besar daripada kualifikasi B, saya ingat tahun 2014 yang menang Pak Jokowi, karena yang mau presiden merakyat lebih tinggi dari pada yang mau presiden tegas," ujar Qodari.
Lebih lanjut, Qodari menjelaskan bahwa dalam hasil survei Indo Barometer tahun 2024 masyarakat banyak yang menginginkan kepemimpinan tegas seperti pada diri Prabowo Subianto.
"Tahun ini kalau survei Indo Barometer paling tinggi adalah orangnya tegas," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







