Akurat Logo

Dituding Mau Rebut Kursi Ketum PDIP, Jokowi Malah Bergurau: Katanya Mau Ngerebut Golkar?

Paskalis Rubedanto | 3 April 2024, 12:12 WIB
Dituding Mau Rebut Kursi Ketum PDIP, Jokowi Malah Bergurau: Katanya Mau Ngerebut Golkar?

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi), menanggapi pernyataan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, yang menyebut dirinya sempat mau merebut kursi Ketua Umum PDIP.

Saat ditanyai awak media, Jokowi tersenyum dan menanggapi hal itu sambil sedikit bergurau.

"Bukan Golkar? Katanya mau ngerebut Golkar, katanya mau ngerebut ini, masa mau ngerebut semuanya," ujarnya kepada wartawan, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (3/4/2024).

Baca Juga: Hasto Sebut Jokowi Incar Kursi Ketum PDIP Lewat Menteri 'Power Full'

Dia kemudian mengingatkan kepada pihak-pihak yang membuat rumor tidak benar tersebut. "Jangan seperti itu, jangan seperti itu," ucap Jokowi.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan upaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berupaya mempertahankan kepemimpinannya.

Hasto mengatakan Jokowi bahkan mengincar kursi ketua umum PDIP yang kini diduduki Megawati Soekarnoputri. Menurutnya, Jokowi ingin mempertahankan kekuatan politik dengan menguasai parpol, yakni Golkar dan PDIP.

Hasto mengatakan dalam kabinet Jokowi, ada menteri yang terbagi menjadi kategori power full dan menteri superpower full. Menurutnya, yang mendapat tugas untuk menjembatani pengambilalihan kursi ketum PDIP ialah menteri power full.

"Rencana pengambilalihan Partai Golkar dan PDI Perjuangan. Jadi, jauh sebelum pemilu, beberapa bulan, antara lima-enam bulan. Ada seorang menteri power full. Supaya enggak salah, ini ditugaskan untuk bertemu Ryaas Rasyid oleh Presiden Jokowi. Pak Ryaas Rasyid ditugaskan untuk membujuk Bu Mega, agar kepemimpinan PDI Perjuangan diserahkan kepada Pak Jokowi. Jadi, dalam rangka kendaraan politik. Untuk 21 tahun ke depan," ungkap Hasto, di Jakarta, Selasa (2/4/2024).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.