Akurat Logo

Pertemuan dengan Surya Paloh Masih Wacana, Nasdem: Mungkin Ibu Mega Belum Mood

Paskalis Rubedanto | 17 Maret 2024, 12:19 WIB
Pertemuan dengan Surya Paloh Masih Wacana, Nasdem: Mungkin Ibu Mega Belum Mood

AKURAT.CO Wacana pertemuan dua pemimpin partai yakni Surya Paloh dan Megawati Soekarnoputri kembali disorot publik.

Pasalnya, pertemuan Ketum PDIP dan Nasdem itu sampai saat ini belum terealisasi usai pencoblosan Pemilu 2024.

Menurut Sekjen Partai Nasdem, Hermawi Taslim, pertemuan tersebut tertunda karena belum menemukan urgensinya dan memang belum ingin bertemu.

“Mungkin urgensinya belum ketemu. Belum tahu kita, kita enggak tahu kendalanya apa, mungkin orangnya (Megawati) belum mood,” kata Hermawi kepada wartawan, Sabtu (16/3/2024).

Baca Juga: Surya Paloh Pilih Bungkam Sebelum Pengumuman Resmi KPU

Lebih lanjut, Hermawi menjelaskan sikap Paloh tetap sama, yakni bersedia bersilahturami dengan siapapun.

“Beliau (Surya Paloh), membuka diri siap bersilaturahmi dengan siapapun dan dimanapun. Dengan Ibu Mega, dengan siapa-siapa kita enggak bicara orang, tapi silaturahmi kebangsaan tema sentral Partai Nasdem,” tutur Hermawi.

Hermawi juga mengaku banyak mendengar tentang sejumlah pihak yang mendorong keduanya untuk bertemu. Sehingga menurutnya, jajaran Nasdem tetap siap sedia kapanpun pertemuan tersebut terealisasi.

“Saya tahu ada beberapa pihak yang mengupayakan dan mengomunikasikan pertemuan, tapi nanti kita lihat saja. Kalau kita posisi stand by. Pak Surya tidak pernah menolak orang,” pungkasnya.

Baca Juga: Bursa Cagub DKI Koalisi Perubahan Tergantung Sikap Anies Setelah Pengumuman KPU

Seperti diketahui, PDIP dan Nasdem berada di koalisi yang berbeda di Pilpres 2024, keduanya berpisah mengusung paslon nomor urut 1 dan 3, yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Adapun dua paslon tersebut kalah sementara dalam hasil perhitungan cepat atau quick count. Wacana tersebut pun muncul untuk menyatukan kekuatan paska kekalahan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.