Akurat Logo

Kampanye Prabowo-Gibran di GBK Bikin Macet, TKN Minta Maaf

Paskalis Rubedanto | 10 Februari 2024, 13:58 WIB
Kampanye Prabowo-Gibran di GBK Bikin Macet, TKN Minta Maaf

AKURAT.CO Kampanye akbar membludak, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Budi Djiwandono sampaikan permohonan maaf karena mengganggu mobilitas warga sekitar Gelora Bung Karno (GBK).

Hal itu disampaikan Budi dalam jumpa pers sebelum memulai acara kampanye akbar Pesta Rakyat Prabowo-Gibran, di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, Sabtu (10/2/2024).

Baca Juga: Di Luar Prediksi TKN, Kampanye Akbar Prabowo-Gibran di GBK Membludak

"Kami juga memohon maaf dan sebesar-besarnya kepada masyarakat di sekitar Jakarta, khususnya yang ada di GBK dan sekitarnya," kata Budi dalam paparannya.

"Kalau dari acara ini menimbulkan kemacetan dan tidak kenyamanan, ini adalah suatu pesta rakyat, sebuah acara yang memang dinanti banyak orang," sambungnya.

Tidak lupa, Budi juga menyampaikan ucapan terima kasih karena sudah menunjukan antusiasme mereka untuk hadir dalam kampanye akbar tersebut.

"Dan kami ingin mengucapkan pertama terima kasih, dan kedua permohonan maaf sebesar-besarnya kalau ada setidaknyamanan akibat acara hari ini," ucap Budi.

Baca Juga: Animo Masyarakat Tinggi, Persaudaraan 98 Bawa 2.000 Lebih Rombongan ke Kampanye Akbar Prabowo-Gibran

Sebagai penutup, Juru Bicara Pemilu Partai Gerindra itu juga memohon restu agar acara kampanye akbar bisa berjalan lancar, sehingga semangat masyarakat bisa dirasakan oleh pasangan Prabowo-Gibran.

"Untuk itu, kami mohon doa restu dari Bapak Ibu sekalian, seluruh rakyat saudara-saudara sebangsa setanah air. Semoga acara pesta rakyat Indonesia maju ini akan berjalan baik, berjalan lancar, akan melihat dan semua yang hadir ini benar-benar bisa merasakan putaran semangat dari harapan rakyat Indonesia Yaitu Bapak Prabowo dan Gibran," tandas Budi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.