PDIP Sentil Wamenaker Sarankan Risma Mundur: Kerja Saja, Tak Usah Urusi Menteri Lain

AKURAT.CO Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, merespons pernyataan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengenai suasana Kabinet Indonesia Maju sudah tidak kondusif. Sebab, dirinya mendapat laporan dari Menteri Sosial Tri Rismaharini, yang mengaku mendapat perlakuan tidak nyaman ketika rapat kabinet akhir-akhir ini.
Afriansyah menilai, jika menteri tidak sepaham lagi dengan pemikiran presiden, ada baiknya untuk mundur.
Baca Juga: PDIP: Pernyataan Guntur Soekarnoputra Bukti Gerakan Rakyat
"Kalau saya, saya jadi menterinya sosial, kalau memang tidak sepaham lagi dengan pemikiran-pemikiran presiden gitu ya, ya saya mundur dari kabinet. Ya kan, tidak usah membuat framing-framing, tidak usah membuat untuk kepentingan bangsa kita tetap harus membantu presiden. Kalau membantu presiden artinya kan harus setia dengan presiden, ya kan. Jangan mendua gitu," ujar Afriansyah.
Menanggapi hal ini, Politisi senior PDIP, Aria Bima, mengatakan sebaiknya Wamenaker fokus kerja saja dan perhatikan tugas dan fungsi serta tanggung jawab masing-masing.
"Wamenaker kerja saja enggak usah urusin menteri yang lain. Tupoksinya sendiri, antar menteri kerja yang baik, sesuai dengan tugas kewenagan dan tanggung jawabnya," kata Aria kepada wartawan, di Media Center TPN, Menteng, Jakarta, Rabu (31/1/2024).
Dia menegaskan, tidak baik jika seorang wakil menteri ikut campur urusan politik, di saat pekerjaan di Kemenaker masih banyak yang belum beres.
"Kecuali kalau Menaker itu ikut-ikut politik, Wamenaker ya. Masalah perburan sekarang masih banyak yang belum beres," tegas Aria.
Baca Juga: Ini Kata Hasto Soal Jokowi Masih di PDIP
"Kerjakan saja sesuai tupoksi, tugas kewenagan anda, ngurusi tenaga kerja, yang hari ini ya, yang masih di luar ini, masih belum beres, urusan-urusan status tinggalnya, jangan urusi kementerian lain," pungkasnya.
Sebelumnya, Wamenaker Afriansyah Noor menanggapi pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, yang menyebut adanya fragmentasi atau perpecahan di kabinet, ia pun menepis isu perpecahan tersebut.
Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran ini mengatakan, pernyataan Hasto mesti dievaluasi ulang, terutama terkait tudingan adanya pemeriksaan yang berlebihan ke salah satu menteri. Dia mengatakan perlakuan ke semua menteri sama dalam rapat kabinet.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah







