Kegiatan di Jateng Bukan Agenda Politik Banal Jokowi

AKURAT.CO Istana menegaskan serangkaian kegiatan yang dilakukan Presiden Jokowi di Jateng pada pekan lalu bukan agenda politik banal. Sekalipun memiliki hak, Istana menegaskan, Presiden Jokowi tidak berkampanye.
Koordinator Stafsus Presiden, Ari Dwipayana menegaskan, kegiatan yang dilakukan Presiden Jokowi di Jateng, dengan membagi-bagikan bansos, serupa dengan agenda pada wilayah lain. Jokowi harus turun blusukan untuk memonitor harga-harga sembako.
"Sampai saat ini kan belum ada rencana kampanye. Belum ada," kata Ari, di Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Senin (29/1/2024).
Baca Juga: Jokowi, Prabowo-Gibran dan Kaesang Kompak Geruduk Jateng, Ganjar: Mereka Mau Curi Banteng
Ari menegaskan hal itu menjawab pertanyaan wartawan mengapa Jokowi melakukan kegiatan intensif di Jateng. Dia membantah kegiatan Jokowi dilakukan terkait dengan strategi pemenangan paslon capres-cawapres tertentu.
"Ini sesuatu yang juga sama, (dengan) kegiatan yang sudah dilakukan presiden di berbagai tempat," ujarnya.
Dirinya juga menyinggung, bansos yang dibagikan Jokowi merupakan kebijakan afirmatif pemerintah. Bukan berkaitan dengan politik sekalipun dilakukan pada tahapan kampanye.
Baca Juga: Jokowi Tak Mau Pengakuan Memihak dan Berkampanye Ditarik-tarik
Ari menyontongkah adanya fenomena El Nino yang bisa membawa dampak terganggunya musim panen. Efeknya, masyarakat bakal kesulitan mendapatkan bahan pokok khususnya beras.
"Karena memang kelompok-kelompok sosial yang berada di lapisan bawah memang harus dibantu dalam menghadapi situasi yang sulit ini," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 4Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo






