Akurat Logo

Sebenarnya PDIP Siapkan Jokowi Kampanye untuk Ganjar, Kok Sekarang Kritik Soal Etika?

Paskalis Rubedanto | 28 Januari 2024, 21:33 WIB
Sebenarnya PDIP Siapkan Jokowi Kampanye untuk Ganjar, Kok Sekarang Kritik Soal Etika?

AKURAT.CO Viral di media sosial potongan wawancara politisi senior PDIP, Adian Napitupulu, yang mengaku yakin kalau Presiden Joko Widodo akan berkampanye untuk pasangan Ganjar-Mahfud.

Dalam wawancara yang dilakukan pada 22 Juli 2023 lalu, Adian mengatakan bahwa Jokowi tidak dilarang undang-undang jika ingin berkampanye.

Ia pun percaya betul kalau Jokowi nantinya akan berkampanye untuk Ganjar Pranowo.

Kendati demikian, seperti diketahui, Jokowi tidak lagi mendukung Ganjar karena putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka menjadi cawapres untuk Prabowo Subianto.

Dan kini PDIP sendiri berkoar-koar mengkritik Jokowi soal etika dan moral politik tentang kampanye untuk pasangan Prabowo-Gibran.

Baca Juga: Prabowo: Kami Tim Jokowi, Siap Lanjutkan Program dan Strategi!

Menurut pengamat politik Jerry Massie, sangat kurang tepat jika PDIP mengkritik Jokowi soal etika. Karena memang benar bahwa undang-undang tidak melarang presiden untuk melakukan kampanye.

"Bagi saya salah alamat jika PDIP mengkritik Jokowi. Tapi ini akibat sakit hati, maka mereka menuding soal etika," katanya saat dihubungi Akurat.co, Minggu (28/1/2024).

"Mau dibilang beretika atau tidak, saya pikir soal mendukung ada aturannya dalam Undang-Undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017 kecuali menggunakan fasilitas negara maka itu diilarang," Jerry menjelaskan.

Menurut dia, sebaiknya PDIP fokus saja bertarung di Pemilu 2024 tanpa Jokowi karena Jokowi sudah pasti sudah mendukung Prabowo-Gibran.

Baca Juga: Fitra: Demi Junjung Netralitas, Jokowi Harus Tahan Libido untuk Berkuasa

"Menurut saya PDIP jalani saja pertarungan ini tanpa dukungan Jokowi, tak usah berharap lebih. Sebagai ayah tetap akan mendukung anaknya," kata Jerry.

"Dan pimpinan partai banteng moncong putih ini jangan juga secara frontal dan membabi buta menyerang Jokowi. Perlu introspeksi diri siapa yang salah setting," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.