Akurat Logo

Maruarar Sirait Mundur dari PDIP, Istana Ogah Dikaitkan

Roni Anggara | 16 Januari 2024, 15:44 WIB
Maruarar Sirait Mundur dari PDIP, Istana Ogah Dikaitkan

AKURAT.CO Istana tak mau dikaitkan atas sikap Maruarar Sirait, alias Ara yang mundur dari PDIP. Sekalipun Ara mengaku meninggalkan partai untuk mengikuti Jokowi, Istana menilai keputusan itu menjadi sikap pribadi putra mendiang Sabam Sirait.

Koordinator Stafsus Presiden, Ari Dwipayana mengatakan Jokowi tidak berada di balik keputusan Ara. Keputusan Ara yang mengunggah foto bertemu Jokowi melalui laman Instagram pribadi, sekaligus memberikan pernyataan terbuka pergi dari PDIP juga dianggap tidak terkait dengan Kepala Negara.

“Tentang bagaimana sikap presiden, ya beliau mengatakan itu sikap politik pribadi yang bersangkutan (Ara),” kata Ari, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (16/1/2024).

Baca Juga: Maruarar Sirait Hengkang dari PDIP, Puan Bilang Begini

Ara sudah terhempas dari lingkaran DPP PDIP sejak 2019 yang lalu. Relasinya dengan Ring 1 PDIP juga sudah merenggang ketika tidak menerima rekomendasi dari Megawati Soekarnoputri, untuk masuk kabinet periode pertama pemerintahan Presiden Jokowi, 2014.

Pada 2019 Ara juga maju dari dapil yang berbeda. Perlahan tapi pasti, Ara yang sebelumnya juga memimpin Taruna Merah Putih, kehilangan posisi. Kini Ara memilih untuk meninggalkan partai yang membesarkan dan diperjuangkannya.

Keputusan Ara mundur juga elegan. Dia mengembalikan KTA dan menyatakan pamit. Dalam salah satu pesannya, dia meminta maaf karena tidak loyal dan profesional.

Baca Juga: Maruarar Sirait Pamit Ikuti Langkah Jokowi, Djarot: Tetap Solid Menangkan Ganjar-Mahfud

Istana menolak dikaitkan dari keputusan Ara itu. Ketika disinggung pernyataan Ara yang ingin mengikuti Jokowi, Ari Dwipayana memilih tidak berkomentar.

“Apapun sikap politik yang diambil Bang Ara itu adalah pribadi yang bersangkutan ya. Jadi jangan menghubung-hubungkan dengan Presiden,” katanya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.