Prabowo Minta Pers Lebih Keras: Untuk Memberi Tahu Kalau Negara Kita Sedang Ada Masalah
Atikah Umiyani | 4 Januari 2024, 18:59 WIB

AKURAT.CO Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto, menilai, kebebasan pers sangat berperan untuk menjadi penyeimbang dalam sistem demokrasi, bahkan bisa menjadi alat untuk mengendalikan penguasa.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam acara Dialog Capres yang digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dalam rangka menyambut Hari Pers Nasional (HPN).
"Kebebasan pers itu adalah check and balance, itu untuk mengendalikan penguasa," kata Prabowo di Kantor PWI Pusat, Gedung Dewan Pers, Jakarta, Kamis (4/1/2024).
Prabowo juga meminta pers untuk bersikap lebih kritis dan keras terhadap penguasa. Hal ini untuk menunjukkan bahwa masih ada masalah yang terjadi di Indonesia.
"Kebebasan pers yang dinamis, pers yang kalau perlu keras, terkadang sakit hati kita kalau baca, tetapi itu mengendalikan kita, itu memberi tahu kita there’s something wrong ada masalah di negara kita,” ucapnya.
Prabowo menegaskan, dirinya merupakan seseorang yang mengedepankan nilai-nilai demokrasi. Ia pun berkomitmen untuk terus memperjuangkan demokrasi jika dirinya terpilih di Pemilu 2024.
“Saudara-saudara saya orang yang percaya dengan demokrasi. Saya kira saya sudah buktikan komitmen saya terhadap demokrasi,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









