Akurat Logo

Ganjar Disalip Amin, PDIP Anggap Survei Litbang Kompas Hiburan

Paskalis Rubedanto | 11 Desember 2023, 18:56 WIB
Ganjar Disalip Amin, PDIP Anggap Survei Litbang Kompas Hiburan

 

AKURAT.CO PDIP menganggap hasil survei Litbang Kompas, yang menunjukkan elektabilitas Ganjar-Mahfud sudah disalip capres-cawapres nomor urut 1, Anies-Muhaimin (Amin), sebagai hiburan. Dia menilai data survei malah menguatkan anomali preferensi pemilih dan kontradiksi antar-lembaga survei.

Politisi PDIP, Deddy Sitorus menyebutkan, perbedaan data survei tidak bisa menjadi gambaran untuk memastikan siapa yang menang pada hari pencoblosan, 14 Februari 2024. Namun begitu, data survei yang dirilis ke publik bisa menjadi bahan untuk memotivasi massa di lapangan bekerja keras memenangkan Ganjar-Mahfud.

“Survei Litbang Kompas itu mengonfirmasi adanya anomali preferensi pemilih dan kontradiksi antar lembaga survei kita. Lembaga-lembaga survei saling berbeda dan ada yang signifikan, jadi untuk sementara kita anggap saja itu hiburan dan cambuk untuk kerja lebih keras,” kata Deddy, kepada Akurat.co, di Jakarta, Senin (11/12/2023).

Baca Juga: Sikapi Hasil Survei, Ganjar-Mahfud Bidik Swing Voters

Deddy juga menegaskan Ganjar-Mahfud memiliki data internal untuk mengukur elektabilitas pasangan capres-cawapres nomor urut 3 itu. Namun dirinya enggan mengungkap data internal dan lebih memilih mencermati survei-survei yang dirilis lembaga untuk publik.

"Kami tidak mungkin share, nanti dianggap denial atau ngarang-ngarang," selorohnya.

Menurutnya, lebih baik hasil survei yang sekarang ini muncul dijadikan bahan untuk mengukur hasil pada hari pencoblosan. Apakah sesuai dengan persepsi publik, atau sebaliknya.

Baca Juga: Sikapi Hasil Survei, Mahfud-Gibran Sama Cueknya...

“Hasil-hasil survei itu menurut pandangan saya, secara logika tidak sejalan psikologi massa atau publik, jadi biarlah survei 14 Febuari nanti yang kita jadikan pegangan,” ujarnya.

Setali tiga uang, Deputi Politik 5.0 Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Andi Widjajanto, menganggap hasil survei terlalu prematur untuk dijadikan kesimpulan, mengukur pasangan capres-cawapres mana yang paling kuat. Berdasarkan rilis survei banyak lembaga, Prabowo-Gibran menjadi jawaranya.

Menurut Andi, yang pernah menjadi Gubernur Lemhanas, hasil Pemilu 2024 terbuka dan belum bisa secara bulat ditarik kesimpulan pemenangnya.

Baca Juga: Tanggapi Survei Litbang Kompas, Gibran Ogah Jemawa: Elektabilitas Tinggi atau Rendah, Kita Tetap Kerja

“Deviasi antara satu survei dengan satu survei lain ini kami amati, dan kemudian memberikan pemahaman bahwa pada dasarnya Pemilu 2024 masih sangat-sangat terbuka, tidak bisa dibuat satu kesimpulan yang bulat siapa yang akan cenderung paling unggul di Pemilu 2024, karena ada diferensiasi antara satu survei dengan satu survei lainnya,” tuturnya.

Dia meyakini pergerakan suara pemilih masih dinamis, setidaknya bisa dilihat belum adanya capres-cawapres yang menjadi kampiun dalam satu putaran.

“Kesimpulan lain yang kami ambil adalah ketika melihat hasil-hasil survei ini adalah adanya pasangan 02 yang menargetkan pemilu satu putaran juga masih jauh dari target tersebut, karena melihat ada dinamika yang sangat tinggi yang terjadi di satu bulan terakhir ini,” ujarnya.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.