Prabowo-Gibran Melenggang Ke Pilpres Bukti Megawati Kalah Strategi
Atikah Umiyani | 14 November 2023, 10:46 WIB

AKURAT.CO Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, disebut kalah strategi dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto.
Direktur Political and Public Policy Studies, Jerry Massie, mengatakan, kekalahan itu dapat dilihat dengan disahkannya Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka sebagai pasangan capres yang telah memenuhi syarat oleh KPU.
Di sisi lain, PDIP dapat dipastikan akan kehilangan dukungan dari Presiden Joko Widodo yang berdampak pada mengecilnya daya gedor pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Pilpres 2024.
"Saya kira kali ini Mega kalah strategi politik dengan Prabowo bahkan Airlangga. Mega berpikir sebagai petugas partai maka otomatis Jokowi akan mendukung Ganjar ternyata Mega keliru dan salah menafsirkan," jelasnya kepada wartawan, Selasa (14/11/2023).
Jerry mengatakan, kekalahan Megawati berawal ketika PDIP merasa angkuh dan tak ingin membuka kerja sama dengan Gerindra untuk memasangkan Prabowo dengan kader-kadernya. Padahal, duet Gerindra-PDIP dapat dipastikan akan didukung Jokowi.
"Coba sejak awal saya usulkan Prabowo-Puan ataupun Prabowo-Ganjar maka Gerindra bisa bersanding dengan PDIP dan Jokowi otomatis akan mendukungnya," ujarnya.
Di sisi lain, PDIP terlalu sibuk mengurusi keluarga Jokowi dan terus memberikan serangan-serangan. Hal ini yang membuat Jokowi merasa kecewa dan memilih untuk meninggalkan PDIP.
"Mereka (PDIP) hanya suara yang gede di publik mengkritik keluarga Jokowi dengan menyebut Kaesang anak ingusan, Jokowi petugas partai. Bahkan saat Gibran ketemu Prabowo Wali Kota Solo ini dihajar habis-habisan PDIP," jelasnya.
Tanpa disadari, Jerry menilai, PDIP telah kebobolan bahwa Jokowi telah memiliki kenyamanan dengan Gerindra dan Golkar. Apalagi, Golkar merelakan jatah cawapresnya untuk diberikan kepada Gibran yang merupakan putra Jokowi.
"Mereka sibuk ngurusin keluarga Jokowi ketimbang membaca arah dan angin politik yang mana Jokowi mulai merasa comfort and safety (nyaman dan aman) bersama Gerindra dan Golkar," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 8Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







