Ganjar: Berkat Penugasan Partai Saya Bisa Hadirkan Kebijakan untuk Rakyat

AKURAT.CO - Calon Presiden Ganjar Pranowo mengatakan seorang pemimpin harus bisa membedakan posisinya ketika menjadi kader partai politik atau ketika menjadi sebuah pemimpin negara dan kepala daerah.
Hal itu dikatakan Ganjar usai mendapatkan pertanyaan saat menghadiri acara Deklarasi dukungan dari Relawan Damai Sejahtera (REDS) untuk Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (28/10/2023).
Ganjar menegaskan agar semua pihak tidak perlu takut terkait petugas partai atau tidak. Dia malah merasa bahagia karena berkat ditugaskan partai bisa menghasilkan sebuah kebijakan yang memberikan dampak bagi banyak orang.
Salah satunya ketika menjadi Anggota DPR ikut membidani lahirnya Undang-Undang No 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan yang menguatkan status anak pada tiga kelompok rentan.
“Gara-gara saya ditugaskan menjadi Anggota DPR RI, saya bisa mengesahkan UU kewarganegaraan, saya ikut berdebat di dalamnya. Dan sekarang perempuan Indonesia yang menikah dengan warga negara asing anaknya terlindungi oleh undang-undang,” ucap Ganjar.
Baca Juga: Duet Ganjar Pranowo-Mahfud MD Akan Tuntaskan Pelanggaran HAM di Indonesia?
Begitu juga ketika Ganjar diminta untuk maju sebagai Gubernur Jawa Tengah. Kala menjabat sebagai orang nomor satu di Jawa Tengah, Ganjar menorehkan beragam prestasi.
Salah satunya yaitu membuat membangun 18 sekolah asrama gratis hingga membebaskan biaya SPP pelajar. Diketahui, sekolah asrama gratis yang dikhususkan bagi siswa kurang mampu bernama SMK Negeri Jateng itu tersebar di Semarang, Pati, dan Purbalingga.
“Dan gara-gara saya ditugaskan menjadi Gubernur, saya bisa membuat 18 sekolahan hanya untuk orang miskin dan mereka full kita cover,” ucap Ganjar.
Ditekankan Ganjar, ketika mendapatkan amanat bagi sebuah jabatan dirinya selalu berpegang teguh berpihak kepada wong cilik atau orang kecil. Prinsip itu sebagaimana yang sudah diajarkan oleh partainya yakni PDIP.
“Dalam ideologi kami, itulah pembelaan terhadap wong cilik, itulah marhaenisme yang saya pahami,” katanya.
Baca Juga: PDIP Merasakan Getaran Hati Yenny Wahid Dukung Ganjar-Mahfud
Lebih jauh, Ganjar menilai dinamika seperti itu harus dinikmati dan dirasakan sebagai hal biasa, terkait perbedaan kader partai dan pekerja rakya. Ganjar mengakui dirinya merupakan kader partai tapi akan selalu menghasilkan sebuah keputusan untuk rakyat.
“Kalau saya tidak mendapatkan penugasan, kalau saya tidak mendapatkan tanda tangan, saya bukan siapa-siapa dan tidak bisa mengambil keputusan penting,” tandas Ganjar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan
- 10Indonesia dan Mesir Tegaskan Solusi Dua Negara Kunci Perdamaian Palestina





