Bersama KNP Ganjar, Nelayan Situbondo Diajak Aktif Sosial Media Untuk Mewujudkan Society 5.0

AKURAT.CO - Dalam mewujudkan agenda Society 5.0, Komunitas Nelayan Pesisir (KNP) Ganjar di Jawa Timur melakukan sosialisasi dan pelatihan untuk anak nelayan di Selomukti, Mlandingan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Koordinator Nelayan Pesisir Ganjar Jawa Timur, Abdul Kahar, yakin pelatihan memiliki potensi untuk meningkatkan pemasaran produk hasil tangkapan nelayan di Jawa Timur. Abdul Kahar menyampaikan optimisme terkait hal ini.
"Kami optimistis kegiatan ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sektor perikanan apabila pemanfaatan sosial media tersebut bisa dioptimalkan secara maksimal," ujar Abdul.
Abdul Kahar juga berpendapat bahwa kurangnya pemanfaatan media sosial telah mengakibatkan hasil tangkapan para nelayan di Situbondo memiliki eksposur yang terbatas.
Dia yakin bahwa meskipun stok hasil tangkapan di Situbondo berlimpah, rendahnya pemanfaatan media sosial dan akses informasi menyebabkan distribusi produk ini hanya mencakup pasar lokal di beberapa daerah di Jawa Timur, seperti Surabaya dan Malang.
Baca Juga: Asah Kreativitas Santri Lewat Pelatihan Membuat Kaligrafi Dari Relawan Ganjar
"Karena hasil tangkapan nelayan di Situbondo ini jumlahnya cukup melimpah, tetapi minimnya akses informasi dan pemanfaatan sosial media sehingga distribusi hasil tangkapannya masih hanya di sekitaran pasar lokal di beberapa daerah di Jawa Timur, seperti Surabaya dan Malang," ujar Abdul dalam keterangan tertulis yang diterima Akurat.co, Kamis (19/10/2023).
Koordinator Nelayan Pesisir Ganjar Jawa Timur ini berharap bahwa melalui pelatihan dari KNP Ganjar, pasar hasil tangkapan nelayan di Situbondo dapat berkembang.
Baca Juga: Relawan Ganjar: JIS Rekam Jejak Kegagalan Anies, Hasilnya Neraka Dan Bencana!
"Kita ingin pelatihan ini bisa berdampak dan hasil tangkapannya bisa dipasarkan hingga di ekspor," lanjutnya.
Pasalnya kini persaingan perdagangan sudah berubah ke pasar ecommerce. Tidak hanya untuk berbelanja barang, kini banyak orang yang menggunakan layanan ecommerce untuk membeli kebutuhan pangan.
Saat ini nelayan Situbondo tetap dapat tergolong sebagai Society 5.0. Lantas apa yang membuat nelayan di situbondo termasuk golongan Society 5.0?
Apa Itu Society 5.0?
Mengutip dari Online Learning Binus University, Society 5.0 adalah sebuah usaha untuk secara optimal menggunakan ilmu pengetahuan modern yang melibatkan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), robotika, dan Internet of Things (IoT) untuk memenuhi kebutuhan manusia dan meningkatkan kualitas hidup.
Konsep ini muncul sebagai perkembangan lebih lanjut dari era Industri 4.0 pada tanggal 21 Januari 2019. Walaupun ada beberapa kesamaan dengan Industri 4.0 dalam konsep dasarnya, Society 5.0 lebih menekankan aspek-aspek kemanusiaan.
Baca Juga: Mega-Puan Titip Relawan Ganjar Jaga Persatuan Dan Siap Gotong Royong
Untuk memahami evolusi Society 5.0, kita perlu menggali sejarah generasi-generasi sebelumnya yang dimulai dari Society 1.0 hingga Society 4.0.
Society 1.0: Ini adalah era berburu dan masa ketika manusia pertama kali mengenal tulisan.
Society 2.0: Merupakan periode era pertanian di mana manusia mulai mengembangkan praktik cocok tanam.
Society 3.0: Era industri dimana manusia mulai mengadopsi mesin untuk memudahkan kehidupan sehari-hari mereka.
Society 4.0: Mewakili era teknologi komputer dan perkembangan internet yang digunakan untuk mendukung berbagai aspek kehidupan manusia.
Society 5.0: Ini adalah era teknologi di mana teknologi tidak hanya digunakan oleh manusia, tetapi juga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari diri manusia itu sendiri.
Secara singkat, komponen utama dari Society 5.0 adalah peran sentral manusia dalam menciptakan nilai tambah melalui kemajuan teknologi. Perkembangan ini diharapkan akan membantu mengurangi kesenjangan sosial dan mengatasi masalah-masalah ekonomi yang ada.
Nelayan di Situbondo dapat dikategorikan sebagai Society 5.0.
Kepemilikan akses internet dan teknologi lainnya serta edukasi dari KNP Ganjar membuat mereka mampu untuk mengatasi masalah-masalah ekonomi yang ada membuat mereka tetap tergolong sebagai Society 5.0.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








