Akurat Logo

Empat Nama Bakal Cawapres Prabowo Subianto, Ini Masing-masing Kekuatan Dan Kelemahannya

Iim Halimatus Sadiyah | 19 Oktober 2023, 20:22 WIB
Empat Nama Bakal Cawapres Prabowo Subianto, Ini Masing-masing Kekuatan Dan Kelemahannya

AKURAT.CO Prabowo Subianto hingga kini belum mengumumkan calon wakil presiden (cawapres). Namun, paling tidak ada empat nama yang berpeluang mendampingi Ketua Umum Partai Gerindra tersebut. 

Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Denny Januar Ali, dalam akun Instagramnya @dennyja_world, mengungkap kelebihan dan kekurangan empat sosok pendamping Prabowo.

"Dari empat ini akan dipilih oleh Prabowo. Sekarang kita tampilkan kekuatan dan kelemahan elektoral dari masing-masing cawapres ini," ungkap Denny JA.

Baca Juga: Tak Mau Tergesa-gesa, Penentuan Cawapres Prabowo Dilakukan Penuh Kehati-hatian Dan Cermat

Menurut Denny JA, sosok pertama cawapres yang akan dipiilih adalah Khofifah Indar Parawansa. Meskipun satu-satunya perempuan yang jadi cawapres, namun memiliki pengaruh yang besar dalam pemilihan. Ada 50 persen pemilih perempuan di Tanah Air.

Selain itu, Gubernur Jawa Timur ini kental akan sifat Nahdlatul Ulama (NU). Jumlah pemilih NU mencapai 52 persen.

"Kekuatan dari Khofifah adalah ia gubernur Jawa Timur. Sementara Jawa Timur adalah battleground yang besar sekali jumlah pemilihnya. Menang di Jawa Timur, besar pula kontribusinya untuk menang di seluruh Indonesia," ujarnya.

Bukan hanya kekuatan saja yang dijelaskan, namun Khofifah Indar Parawansa juga memiliki kelemahan tersendiri yang berpengaruh dalam Pilpres 2024.

Baca Juga: PAN Endus Aroma Kemenangan Prabowo Meski Belum Ada Cawapres

"Kelemahan Khofifah karena pemilihnya lebih banyak terkonsentrasi di Jawa Timur saja," kata Denny JA.

Denny JA kemudian menjelaskan sosok cawapres kedua yang kemungkinan besar bisa dipilih juga oleh Prabowo Subianto. Sosok ini adalah Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka.

Gibran adalah satu-satunya wakil dari generasi milenial yang lahir tahun 1982 ke atas. Total pemilih milenial saat ini sekitar 48 persen. Banyak sekali potensial suara yang bisa diambil oleh Gibran.

Di sisi lain, Gibran merupakan anak dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal ini membuat label 'Jokowi efek' yang paling besar. Jokowi saat ini sangat populer, tingkat kepuasan publik padanya sekitar 70 sampai 80 persen.

"Gibran kuat di Jawa Tengah. Gibran satu-satunya cawapres yang bisa mengimbangi Ganjar di Jawa Tengah. Jika suara Ganjar bisa diturunkan di sana, maka suara Ganjar di seluruh Indonesia juga bisa dikurangi," lanjut Denny.

Sementara kelemahan Gibran, menurut Denny, usia yang masih muda dan minim pengalaman sebagai pemimpin. Belum lagi siap isu politik dinasti yang berhembus akhir-akhir ini.

"Berkaitan juga dengan isu bahwa usianya, pengalamannya dianggap belumlah berada dalam level pemimpin nasional, dan juga dilihat dari kemungkinan konflik yang muncul dengan PDIP," kata Denny.

Selanjutnya, Denny memaparkan kekuatan dari cawapres ketiga yang akan dipilih oleh Prabowo Subianto, yaitu Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Airlangga dianggap lebih paham dalam isu ekonomi.

Baca Juga: Bukan Erick Thohir, Cawapres Prabowo Lebih Condong Ke Gibran Dan Khofifah

"Kita tahu, ekonomi adalah isu yang saat ini paling penting dan dibandingkan cawapres-cawapres lainnya, seperti dari Anies itu Muhaimin ataupun juga Mahfud MD, memang Airlangga jauh lebih fasih mengetahui problem, problem ekonomi," jelas Denny JA.

Selain kekuatan, Denny menjelaskan kelemahan Airlangga yang ternyata rawan dengan berbagai isu sebelumnya. Kelemahan tersebut bisa menjadi perlawanan yang cukup sulit.

"Kelemahan dari Airlangga adalah karena memang juga ia rawan dengan isu-isu yang bisa digoreng oleh lawan-lawan politiknya," lanjutnya.

Terakhir, yaitu Erick Thohir. Ketua Umum PSSI ini merupakan bakal cawapres Prabowo yang kemungkinan besar bisa dipilih juga menurut Denny JA. Peran Erick yang cukup besar dalam dunia politik bakal dipertimbangkan.

"Calon keempat adalah Erick Thohir. Sebagaimana Airlangga, Erick Thohir juga fasih dengan isu-isu ekonomi, fasih dengan isu-isu dunia usaha, sementara juga dunia usaha ekonomi adalah isu yang sekarang dianggap penting," tutur Denny JA.

Namun sayang, lanjut Denny, Erick Thohir tidak memiliki pendukung atau pemilih yang militan di suatu teritori, sehingga sulit untuk mencari suara.

"Saya lihat ada kelemahan Erick Thohir, itu karena memang ia tidak memiliki pendukung pemilih yang militan di suatu teritori," tambahnya.

Setelah mengetahui, sosok dari keempat bakal cawapres ini akan dipilih jadi pasangan Prabowo Subianto yang pastinya memiliki kekuatan dan kelemahan masing-masing untuk mendapatkan pendukung.

"Satu dari empat ini pada waktunya akan dipilih oleh Prabowo," jelas Denny JA mengakhiri pendapatnya.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.