Ganjar Soal Tenaga Kerja China: Sumber Daya Kita Harus Upscaling Agar Bisa Jadi Tuan Rumah Di Negeri Sendiri

AKURAT.CO Bakal calon presiden, Ganjar Pranowo, menyatakan optimis bahwa sumber daya manusia dalam negeri mampu menggantikan tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di berbagai proyek di Indonesia.
Pernyataan ini disampaikan dalam acara '3 Bacapres Bicara Gagasan' di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, yang disiarkan oleh program Mata Najwa.
Ganjar menegaskan bahwa upscaling merupakan kunci untuk mewujudkan hal tersebut.
"Kenapa terjadi upscaling, vokasi mesti masuk, bagaimana agar bisa cepat, agar kita bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri, agar kita bisa bekerja sendiri," ujar Ganjar.
Baca Juga: Ganjar: Korupsi Harus Dibasmi Karena Bikin Investor Malas Ke Indonesia
Pernyataan ini merupakan tanggapan Ganjar terhadap kritik terhadap dirinya yang dianggap meragukan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia terkait keberadaan TKA China.
Awalnya, pembawa acara, Najwa Shihab, menanyakan tentang pandangannya terhadap keberadaan TKA China di Indonesia.
Ganjar lantas berbagi pengalaman ketika didemo besar-besaran karena adanya investasi dari berbagai negara, termasuk Amerika, Korea Selatan, Jepang, Eropa, dan China.
Dia melihat buruh dan aktivis yang menjadi massa demo menuntut pengusiran TKA. Ganjar kemudian mengundang massa aksi untuk berdialog.
"Lalu suatu ketika saya undang, saya ajak dialog, 'Bro apa?', 'Kami pak yang harus bekerja', 'Good, Anda yang harus bekerja. Masuk'. Anda siap dites? Enggak lolos mbak," cerita Ganjar.
Baca Juga: Ganjar Dorong Transformasi 6 Pilar Untuk Manfaatkan Bonus Demografi Indonesia
Ganjar merasa belum optimalnya serapan pekerja dalam negeri merupakan hal yang tidak bisa disepelekan. Sebab, itu membuktikan perlu adanya peningkatan kualitas sumber daya agar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Ganjar juga menyoroti langkah-langkah yang perlu dilakukan agar Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
Ia menekankan pentingnya memberikan jaminan kepada investasi yang masuk ke Indonesia.
"Maka saya sampaikan, lho jangankan yang itu, kalau mereka sudah tidak anda kehendaki, kita usir besok pagi. Tapi kita bisa atau enggak? Jangankan membuat, Anda meng-install alat itu bisa atau enggak?" tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 3Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 6Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 7Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Rocky Gerung Minta Buruh Kawal RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Jangan Mundur jika Berhadapan Kekuasaan
- 10Hanya Kompromi Politik, Fahri Hamzah Tantang DPR Tetapkan Ambang Batas Parlemen Nol atau 20 Persen







