Akurat Logo

Kejutan Baru, Basuki Hadimuljono Masuk Bursa Cawapres Ganjar

Sudjarwo | 7 Juni 2023, 14:20 WIB
Kejutan Baru, Basuki Hadimuljono Masuk Bursa Cawapres Ganjar

AKURAT.CO Menteri PUPR Basuki Hadimuljono masuk bursa cawapres untuk Ganjar Pranowo. Masuknya nama Basuki cukup mengejutkan mengingat sejauh ini level menteri yang masuk prokyeksi hanya Mahfud MD, Erick Thohir, Airlangga Hartarto dan Sandiaga Uno.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebutkan, Basuki diusulkan karena kinerjanya sebagai menteri yang berada pada garda terdepan membangun infrastruktur sudah teruji. Malahan Presiden Jokowi menyebut Basuki sebagai bapak infrastruktur Indonesia.

"Bahkan muncul juga nama Pak Basuki menteri PUPR karena beliau Aceh mengalami kemajuan, Papua mengalami kemajuan, Sumatera, Palembang, alami kemajuan dalam pembangunan infrastruktur. Kemudian NTT mengalami kemajuan,“ kata Hasto di Sekolah Partai DPP PDIP, Jakarta, Rabu (7/6/2023).

Dia menegaskan Rakernas III PDIP tidak membahas cawapres. Sekalipun begitu, PDIP melalui tim khusus yang dipimpin Ketum Megawati Soekarnoputri dengan anggota antara lain Puan Maharani dan Prananda Prabowo secara periodik berkomunikasi dengan Presiden Jokowi dan para ketum partai yang mendukung Ganjar membahas cawapres.

"Nanti ada komunikasi," ujarnya.

Sebelumnya Ketua DPP PDIP Puan Maharani mengungkap sejumlah nama yang masuk radar cawapres untuk Ganjar. Nama-nama tersebut antara lain Mahfud MD, Airlangga Hartarto, Sandiaga Uno, Erick Thohir, Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dan Ridwan Kamil.

Hasto menegaskan nama-nama tersebut bakal dibahas secara intensif antara Mega dengan Presiden Jokowi.

“Bahwa capres dan cawapres yang diusung oleh PDI Perjuangan sepenuhnya bukan untuk kepentingan partai semata, tapi sepenuhnya, jauh di atas segala-galanya adalah untuk kepentingan bangsa dan negara,” kata Hasto.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.