Akurat Logo

Amien Rais Minta Jokowi Jangan Percaya Survei: Mereka Bekerja Sesuai Pesanan!

| 5 Juni 2023, 08:46 WIB
Amien Rais Minta Jokowi Jangan Percaya Survei: Mereka Bekerja Sesuai Pesanan!

AKURAT.CO Eks Ketua MPR RI Amien Rais  mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar tidak terlena dengan apa yang dipaparkan lembaga survei mengenai tingkat kepuasan masyarakat terhadap dirinya.

Menurut Amien Rais, lembaga survei hanya bekerja mengerjakan pesanan pihak yang membayar mereka.

"Jangan percaya pada sejumlah surveyor yang memuji Anda," ujar Amien di kanal Youtubenya, dikutip Minggu (4/6/23).

"Kata Edy Mulyadi mereka itu sure pay, asal terus dibayar mereka akan terus bekerja sesuai pesanan," tambahnya.

Amien juga mengkritisi Jokowi yang kembali mengeluarkan kebijakan yang merugikan masyarakat, salah satunya soal ekspor pasir laut.

"Jadi Pak Jokowi tinggal belasan bulan lagi Anda Jadi Presiden, tolonglah pegang teguh Pancasila dan UUD 1945," ujarnya.

Amien juga menyoroti pengakuan Jokowi yang akan cawe-cawe di Pemilu Legislatif dan Pilpres 2024. Menurut Amien, Jokowi tak memandang serius soal etika berdemokrasi dengan pengakuannya itu. 

"Ini sebuah logika tanpa etika," tegas ketua Majelis Syura Partai Ummat tersebut. 

Istilah cawe-cawe bisa diartikan mencampuri sebuah urusan yang bukan jadi ranah dan haknya. Dan campur tangan dalam istilah cawe-cawe hanya urusan ringan. sedangkan yang dilakukan Jokowi jelas berbeda. 

"Saya lihat Jokowi bukan lagi sekadar cawe-cawe tapi intervensi langsung," cetusnya.

Bukannya tanpa alasan, menurut tokoh reformasi tersebut, Jokowi telah memanfaatkan kekuasaannya agar ambisi dan kepentingan pribadinya bisa tercapai setelah 2024.

"Dengan semua sumber daya yang ia miliki secara ugal-ugalan, seluruh aparat di bawah kendalinya dikerahkan untuk mencapai target politiknya," ungkapnya.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.