Andai Bodetabek Punya Sistem Transportasi Umum Terintegrasi, Kemacetan Jakarta Bisa Berkurang

AKURAT.CO Berakhirnya PPKM yang ditandai peningkatan aktivitas masyarakat membuat kemacetan parah kembali melanda Jakarta belakangan ini. Terlepas peningkatan kemacetan ini salah satunya disebabkan oleh pembangunan infrastruktur jalan hingga infrastruktur transportasi publik, tetapi semua persoalan ini tidak lepas dari belum setaranya sistem dan pelayanan transportasi publik antara Jakarta dengan kota penyangganya yaitu Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek).
Anggota DPD RI Daerah Pemilihan DKI Jakarta Fahira Idris mengatakan, dengan populasi lebih dari 30 juta jiwa, Jabodetabek menjelma menjadi wilayah aglomerasi terbesar di dunia. Ketergantungan antarwilayah Jabodetabek yang sangat tinggi, menjadikan pergerakan orang di wilayah ini sangat besar.
Sebelum pandemi, diperkirakan jumlah pergerakan di Jabodetabek mencapai 88,2 juta trip per hari yang terdiri dari pergerakan di dalam Jakarta sebesar 21,2 juta trip/hari, commuter 6,4 juta trip/hari dan pergerakan di dalam suburban 60,6 juta trip/hari.
Tingginya, pergerakan masyarakat di Jabodetabek ini menjadi persoalan serius dikarenakan tidak sampai 30 persen yang menggunakan transportasi umum atau lebih 70 persen memilih menggunakan kendaraan bermotor pribadi. Dampaknya, kemacetan di Jakarta pun semakin tinggi dan melahirkan berbagai dampak baru yaitu kerugian ekonomi dan pencemaran udara yang kesemuanya itu menurunkan kualitas dan produktivitas warga Jabodetabek.
“Kenapa lebih banyak memilih naik kendaraan bermotor pribadi saat beraktivitas ke Jakarta? Karena daerah penyangga (Bodetabek) belum mempunyai sistem dan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, terjangkau dan terintegrasi seperti Jakarta," ujar Fahira dalam keterangannya, dikutip Minggu (19/2/2023).
Ia pun berandai-andai jika Bodetabek sudah memiliki sistem dan layanan transportasi yang setara dengan Jakarta, maka banyak masyarakat di wilayah ini akan beralih naik kendaraan umum, terutama saat hendak beraktivitas di ibu kota karena lebih efektif dan efisien. "Saat kendaraan bermotor pribadi berkurang masuk Jakarta, maka indeks kemacetan bisa turun,” imbuhnya.
Menurut Fahira, pemerintah harus segera memberikan dukungan agar Bodetabek memiliki sistem dan layanan transportasi publik terintegrasi sebagai salah satu langkah strategis yang tidak hanya akan mengurai kemacetan di Jakarta, tetapi juga mengurangi kemacetan di wilayah aglomerasi yang lain.
Walaupun nanti ibu kota akan pindah ke Kalimantan, kemacetan di Jakarta tidak akan berkurang signifikan mengingat Jakarta tetap menjadi pusat kegiatan ekonomi.
“Tingginya mobilitas di Jabodetabek, menjadikan transportasi umum sudah seperti kebutuhan dasar. Saran saya, khusus untuk aglomerasi seperti Jabodetabek, urusan perhubungan dalam hal ini transportasi umum menjadi urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar sehingga menjadi prioritas daerah,"
Fahira mengingatkan saat ini, sesuai UU Pemerintah Daerah, penyediaan transportasi umum hanya menjadi urusan pemerintahan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar. Konsekuensinya, jelas dia, alokasi APBD untuk transportasi umum juga terbatas dan belum jadi prioritas sehingga menyulitkan daerah menghadirkan sistem dan layanan transportasi umum yang aman, nyaman, terjangkau dan terintegrasi untuk warganya. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 7Korlantas Polri Jemput Bola Pelayanan Pengurusan SIM hingga Desa, Sekolah, Kampus, dan Pesantren
- 8Inggris, Jerman, dan Swedia Peringatkan Warga Bersiap Hadapi Perang, Ada Apa?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai


