Profil Muchdi PR yang Disebut Bjorka Dalang Pembunuhan Munir

AKURAT.CO, Nama Muchdi Purwoprandjono menjadi sorotan usai disebut hacker Bjorka sebagai dalang kasus pembunuhan aktivis HAM, Munir Said Thalib.
Penyebutan purnawirawan perwira tinggi militer Indonesia dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal yang akrab akrab disebut Muchdi PR itu sebagai dalang pembunuhan Munir disampaikan Bjorka melalui tulisannya yang berjudul "Who Killed Munir?" atau diartikan "Siapa Pembunuh Munir?"
Tulisan itu dibagikan Bjorka melalui grup Telegram dan jadi tranding topik di Twitter. Informasi yang dimuat dalam tulisan Bjorka memuat data pribadi Muchdi PR, mulai dari NIK, nomer telepon, email, nomor KK, hingga alamat.
Profil Muchdi PR
Muchdi PR lahir di Purwoprandjono pada 15 April 1949. Dia merupakan lulusan AKABRI tahun 1970 dan pernah menjabat posisi strategis antara lain Panglima Kodam Tanjungpura, Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus masa jabatan Maret 1998–Mei 1999.
Sebelumnya, Muchdi memiliki riwayat jabatan sebagai Komandan Peleton Taruna (1971—1972), Komandan Peleton Parako (1972—1974), Komandan Kompi Parako (1974—1979), Komandan Karsa Yudha (1979—1988), dan Komandan Kodim 1701/Jayapura (1988—1995).
Kemudian Kepala Staf Korem 173/Praja Vira Braja (1993—1995), Komandan Korem 042/Garuda Putih (1995—1996), Kasdam V/Brawijawa (1996—1997), Asops Kasdam IX/Udayana (1997), Pangdam VI/Tanjung Pura (1997—1998), Pati Mabes TNI (1999—2001), Deputi V BIN/Penggalangan (2001—2005) dan Agen BIN (2005—2006).
Medio 2008, Muchdi PR menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan aktivis HAM Munir. Ia dianggap bertanggung jawab atas kematian Munir yang motifnya menurut Jaksa Penuntut Umum adalah dendam dikaitkan kepada kasus penculikan aktivis 1997/1998 yang dilakukan oleh Tim Mawar.
Pada saat persidangan terungkap Muchdi PR sama sekali tidak terlibat karena peristiwa penculikan terjadi dalam kurun waktu yang sama ketika ia menjabat sebagai Panglima Kodam VI/Tanjungpura, Kalimantan.
Dalam persidangan yang sama terungkap bahwa pada saat menjabat sebagai Danjen Kopassus menggantikan Prabowo Subianto, ia justru membebaskan para aktivis yang ditangkap. Pada tanggal 31 Desember 2008, Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menvonis Muchdi PR bebas murni dari segala dakwaan.
Muchdi pernah terlibat aktif dalam organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII). Kemudian ia terjun ke dunia politik dan sempat menjabat Wakil Ketua Umum Partai Gerindra. Pada Februari 2011 Muchdi PR menyatakan keluar dari Partai Gerindra dan bergabung dengan PPP. Menurutnya PPP satu-satunya partai politik yang hingga saat ini masih murni Islam seluruhnya.
Muchdi kemudian menjadi Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Berkarya peridoe 2017-2022 menggantikan Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.




