Beda dari Nilai Rapor, Skor TKA 2026 Punya Sistem Penilaian Sendiri

AKURAT.CO Skor Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 tidak bisa dibaca dengan cara yang sama seperti nilai rapor.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjelaskan bahwa hasil TKA untuk jenjang SMA, MA, SMK, dan sederajat menggunakan skala 200–800, bukan persentase jawaban benar.
Baca Juga: TKA Gelombang 1 Berakhir Besok, Ini Cara Memilih 2 Mata Pelajaran Pilihan
Informasi ini perlu dipahami peserta didik dan orang tua agar tidak keliru menafsirkan hasil asesmen.
Pasalnya, angka yang terlihat pada laporan TKA memiliki makna berbeda dari nilai yang biasa diperoleh melalui ulangan di sekolah.
Memahami Makna Skor TKA
Dalam penilaian sekolah, nilai sering kali dihitung berdasarkan jumlah jawaban benar dibandingkan dengan seluruh soal. Namun, TKA menggunakan pendekatan pengukuran kemampuan akademik yang lebih memperhatikan karakteristik soal.
Kemendikdasmen menjelaskan bahwa pengukuran TKA menggunakan Item Response Theory (IRT). Metode ini mempertimbangkan respons peserta, tingkat kesukaran soal, serta daya pembeda dalam model dua parameter.
Hasil pengukuran tersebut kemudian dilaporkan melalui skala 200–800. Dengan demikian, skor yang diperoleh bukan sekadar hasil perhitungan jumlah jawaban benar.
Jangan Menganggap Skor sebagai Persentase
Salah satu contoh kesalahpahaman yang sering muncul adalah menganggap skor 600 sama dengan nilai 60. Padahal, skor tersebut tidak menunjukkan bahwa peserta menjawab 60 persen soal dengan benar.
Hal serupa berlaku pada skor lainnya. Angka 700, misalnya, tidak otomatis berarti 70 persen jawaban peserta benar.
Karena sistem pengukurannya berbeda, skor TKA tidak dapat dikonversi langsung menjadi nilai 0–100 menggunakan rumus sederhana. Peserta perlu membaca hasil sesuai penjelasan resmi yang menyertai asesmen.
Apa Manfaat Memahami Sistem Ini?
Memahami skala skor membantu murid dan orang tua melihat hasil TKA secara lebih objektif.
Alih-alih hanya berfokus pada angka, hasil asesmen dapat dijadikan salah satu bahan untuk mengevaluasi proses belajar dan menentukan bagian materi yang perlu diperkuat.
Baca Juga: Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
Guru dan orang tua juga dapat membantu murid menyusun strategi belajar sesuai kebutuhannya. Pendekatan ini lebih bermanfaat daripada membandingkan skor secara sembarangan dengan nilai rapor atau hasil tes lainnya.
Adapun pemanfaatan skor TKA untuk seleksi perguruan tinggi mengikuti ketentuan resmi jalur penerimaan yang berlaku.
Pada akhirnya, skor TKA 2026 perlu dipahami berdasarkan tujuan dan metode pengukurannya. Skala 200–800 merupakan bentuk pelaporan kemampuan akademik, bukan persentase jawaban benar yang dapat disamakan langsung dengan nilai sekolah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 3KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 6Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 7Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 8Prediksi Sassuolo vs Lazio 28 Oktober 2026: Jay Idzes Absen, Biancocelesti Diunggulkan
- 9KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah
- 10Geledah Kantor Pusat Djarum, KPK Dalami Penyimpangan Penerimaan Cukai Rokok







