Edukasi Peduli Lingkungan, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Sosialisasi Daur Ulang Sampah Plastik di SDN 2 Kebonsari

AKURAT.CO Upaya nyata dalam mengatasi permasalahan lingkungan terus digalakkan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT UIN Walisongo Posko 162.
Bertempat di SD Negeri 2 Kebonsari, Rowosari, Kabupaten Kendal, para mahasiswa menggelar sosialisasi dan pelatihan daur ulang sampah plastik berupa tutup botol menjadi produk gantungan kunci bernilai guna.
Kegiatan inovatif yang digelar pada Rabu (12/8/2026) lalu disambut antusiasme tinggi oleh para peserta didik dari kelas IV hingga VI.
Diinisiasi oleh Divisi Ekonomi Kreatif KKN MIT UIN Walisongo Posko 162, program ini mengusung tema "Reduce, Reuse, Recycle: Tutup Botol Bekas Jadi Hiasan Tas."
Kegiatan sosialisasi ini lahir sebagai respons atas keresahan warga terhadap permasalahan penumpukan sampah di Desa Kebonsari. Yang diperparah minimnya lahan pembuangan serta fasilitas pengelolaan sampah yang memadai.
Koordinator Divisi Ekonomi Kreatif KKN MIT UIN Walisongo Posko 162, Hikmah, mengatakan, kegiatan ini tidak sekadar bertujuan mengurangi limbah, tetapi juga untuk melatih jiwa kewirausahaan para siswa sejak dini.
"Tujuan diadakannya sosialisasi ini tentunya untuk mengenalkan siswa terhadap jenis-jenis sampah di sekitar mereka, sekaligus mengedukasi agar lebih peduli lingkungan. Kami juga ingin membuka wawasan para siswa bahwa limbah jika didaur ulang bisa memiliki nilai ekonomi atau menjadi cuan," jelas Hikmah.
Dalam sesi pemaparan materi, mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Posko 162 memberikan pemahaman dasar mengenai pengelompokan sampah, yakni sampah organik, anorganik, dan Bahan Berbahaya Beracun (B3).
Para siswa juga diedukasi mengenai konsep 3R sebagai pilar utama pengelolaan lingkungan, yaitu reduce (mengurangi pemakaian barang sekali pakai), reuse (memanfaatkan kembali barang yang sudah terpakai), dan recycle (mendaur ulang sampah menjadi barang baru yang bermanfaat).
Sebagai contoh konkret dari penerapan recycle pada sampah anorganik, mahasiswa mencontohkan tutup botol plastik yang sehari-hari sering dibuang ternyata dapat dikreasikan menjadi gantungan kunci yang menarik.
Tidak sekadar memberikan teori, mahasiswa KKN langsung mengajak para siswa untuk mempraktikkan proses daur ulang tersebut.
Mereka memperkenalkan berbagai alat yang dibutuhkan seperti tutup botol bekas, setrika (sebagai alat pemanas), gunting, ring gantungan kunci, cetakan, solder, kertas teflon, tang, hingga kuteks bening.
Baca Juga: Teman Bukan Lawan, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Edukasi Bahaya Bullying di SDN 1 Kebonsari Kendal
Agar lebih mudah dipahami, mahasiswa menjelaskan tahapan pengolahan limbah tutup botol tersebut secara terstruktur:
Pemotongan: Gunting tutup botol plastik menjadi serpihan-serpihan kecil agar mudah dilelehkan.
Pelelehan: Letakkan serpihan tersebut di atas kertas teflon, lalu panaskan menggunakan setrika dengan suhu maksimal hingga serpihan meleleh sempurna.
Pencetakan: Masukkan lelehan plastik ke dalam cetakan yang telah disiapkan sebelum material kembali mengeras.
Pelubangan: Setelah cetakan plastik mengeras, beri lubang pada salah satu sisi menggunakan solder panas.
Pemasangan: Pasang ring pengait, lalu sambungkan dengan tali atau rantai gantungan kunci.
Finishing: Oleskan kuteks bening pada permukaan gantungan kunci agar hasilnya tampak mengilap dan estetik.
Inovasi pengolahan limbah sampah ini mendapat apresiasi positif dari pihak sekolah.
Salah seorang guru SDN 2 Kebonsari, Arief, mewakili kepala sekolah dan dewan guru, menyampaikan terima kasih atas tenaga, waktu, serta sinergi yang sangat baik dari Tim Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Posko 162.
"Kami sangat berterima kasih karena rekan-rekan mahasiswa KKN UIN Walisongo telah memberikan sebuah inovasi baru yang belum pernah diajarkan sebelumnya kepada anak-anak usia dasar di sini. Harapannya, program ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi bisa terus diterapkan dalam pengelolaan limbah sampah ke depan sehingga sampah tidak terbuang sia-sia dan bisa bernilai guna," jelas Arief.
Melalui pelatihan daur ulang sampah plastik ini, diharapkan para siswa SDN 2 Kebonsari semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar.
Lebih jauh, inovasi Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Posko 162 menjadi bukti nyata bahwa limbah yang dianggap tak bernilai bisa disulap menjadi barang kerajinan tangan yang memiliki daya guna dan nilai ekonomis.
Laporan: Tim Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Posko 162
Baca Juga: Siapkan Jurnalis Muda, KPI UIN Walisongo Ajak Mahasiswa Kunjungi Media Akurat.co
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Ijazah Gibran Dipersoalkan, Politisi PSI Singgung Riwayat Pendidikan BJ Habibie
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi







