Jangan Panik! Ini 7 Cara Menyelamatkan Diri Saat Gempa Bumi Menurut BMKG

AKURAT.CO Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah barat laut Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Rabu (22/7/2026) dini hari. Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG, gempa terjadi pada pukul 01.33 WIB dan dipastikan tidak berpotensi tsunami. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Seiring meningkatnya perhatian masyarakat terhadap peristiwa tersebut, mengetahui cara menyelamatkan diri saat gempa bumi menjadi hal yang tidak kalah penting. Langkah yang tepat saat gempa terjadi dapat membantu mengurangi risiko cedera maupun korban jiwa. Berikut panduan yang perlu diketahui berdasarkan imbauan BMKG.
Baca Juga: Cara Membuat Daftar Isi Otomatis di Word, Praktis untuk Skripsi, Laporan, dan Proposal
Gempa M 5,2 Guncang Kepulauan Sangihe
Berdasarkan informasi BMKG, gempa terjadi pada Rabu, 22 Juli 2026 pukul 01.33 WIB dengan magnitudo 5,2. Pusat gempa berada sekitar 260 kilometer barat laut Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada kedalaman 10 kilometer.
Dalam analisis lanjutan, BMKG menjelaskan gempa tersebut merupakan gempa tektonik dangkal yang dipicu aktivitas deformasi batuan di dasar laut dengan mekanisme sesar naik geser atau oblique thrust fault. Hasil pemodelan menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan meski hingga pemantauan awal belum terdeteksi aktivitas aftershock.
Mengapa Tetap Harus Waspada Setelah Gempa?
Walaupun tidak memicu tsunami, gempa bumi masih dapat menimbulkan bahaya lain, seperti bangunan yang retak, material bangunan yang jatuh, hingga gempa susulan yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya, serta hanya mengikuti informasi resmi yang disampaikan melalui kanal BMKG.
7 Cara Menyelamatkan Diri Saat Gempa Bumi Menurut BMKG
Berikut langkah yang perlu dilakukan ketika terjadi gempa bumi.
Baca Juga: Cara Mengisi Sulingjar 2026, Panduan Lengkap Login, Token, Jadwal Terbaru, dan Ketentuan Peserta
1. Jangan Panik dan Tetap Tenang
Saat merasakan guncangan, usahakan tetap tenang agar dapat berpikir jernih. Kepanikan justru meningkatkan risiko kecelakaan ketika berusaha menyelamatkan diri.
2. Lindungi Kepala dan Berlindung
Segera berlindung di bawah meja yang kokoh atau tutupi kepala menggunakan tas, bantal, maupun tangan apabila tidak ada tempat berlindung.
Bagian kepala merupakan organ vital yang harus diprioritaskan untuk dilindungi dari benda yang berpotensi jatuh.
3. Jauhi Kaca dan Benda Berat
Hindari berada di dekat jendela kaca, lemari, rak buku, atau benda berat yang mudah roboh ketika terjadi guncangan.
Jika berada di dalam ruangan, tetap berlindung hingga gempa benar-benar berhenti.
4. Jangan Gunakan Lift
Apabila sedang berada di gedung bertingkat, jangan menggunakan lift saat gempa berlangsung.
Gunakan tangga darurat setelah kondisi dinyatakan aman untuk menghindari risiko terjebak akibat gangguan listrik.
5. Cari Tempat Terbuka
Jika berada di luar ruangan, segera menjauh dari bangunan, tiang listrik, papan reklame, maupun pohon besar.
Pilih area terbuka yang minim risiko tertimpa benda.
6. Waspadai Bangunan yang Rusak
Setelah gempa berhenti, jangan langsung masuk kembali ke dalam bangunan apabila terlihat retak atau mengalami kerusakan.
Pastikan bangunan telah dinyatakan aman sebelum digunakan kembali.
7. Ikuti Informasi Resmi BMKG
Selalu pantau informasi terbaru melalui BMKG mengenai kemungkinan gempa susulan maupun kondisi terkini.
Hindari menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya agar tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat.
Wilayah yang Merasakan Getaran
BMKG mencatat getaran gempa dirasakan dengan intensitas berbeda di sejumlah wilayah.
Di Kepulauan Marore dan Kepulauan Sangihe, guncangan mencapai skala III MMI atau terasa nyata di dalam rumah.
Sementara di wilayah Miangas dan Kepulauan Talaud, intensitas gempa berada pada skala II MMI yang dirasakan sebagian orang dan membuat benda ringan bergoyang.
Baca Juga: 5 Fakta di Trailer Avengers: Doomsday Jadi Sorotan, Ada Steve Rogers hingga Doctor Doom
Pentingnya Edukasi Mitigasi Gempa
Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik yang membuat aktivitas gempa bumi relatif sering terjadi. Karena itu, edukasi mengenai mitigasi bencana menjadi bekal penting bagi masyarakat agar mengetahui langkah penyelamatan yang tepat ketika gempa datang tanpa peringatan.
Selain memahami prosedur evakuasi, masyarakat juga dianjurkan menyiapkan tas siaga bencana, mengenali jalur evakuasi di lingkungan sekitar, serta mengikuti simulasi kebencanaan apabila tersedia.
Baca Juga: Wamentan Sudaryono Layak Pimpin BGN, Perkuat Integrasi Pangan dan Program MBG
FAQ
Apa yang harus dilakukan saat terjadi gempa bumi?
Tetap tenang, lindungi kepala, berlindung di bawah meja yang kokoh, jauhi benda yang mudah jatuh, dan tunggu hingga guncangan berhenti.
Apakah gempa M 5,2 di Kepulauan Sangihe berpotensi tsunami?
Tidak. Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Mengapa harus waspada setelah gempa berhenti?
Karena masih ada kemungkinan terjadi gempa susulan yang dapat membahayakan masyarakat, terutama jika berada di bangunan yang telah mengalami kerusakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot
- 10Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya







