Usai Penantian 13 Tahun, SMK HS Agung Temukan Industri Sesuai Jurusan TKJ di TBIG

AKURAT.CO Kesenjangan antara kompetensi lulusan sekolah vokasi dan kebutuhan industri masih menjadi tantangan besar di Indonesia.
Tak sedikit sekolah kejuruan kesulitan menemukan mitra yang benar-benar sesuai dengan jurusan yang diajarkan.
Kondisi itu dialami SMK HS Agung Bekasi. Setelah lebih dari satu dekade berdiri, sekolah tersebut akhirnya menemukan mitra industri yang dinilai linier dengan program keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), yakni PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).
Guru Teknik Komputer dan Jaringan SMK HS Agung, Nur Rahman, mengaku bersyukur dapat mendampingi puluhan siswanya dalam kunjungan industri ke kantor TBIG di Karawaci, Tangerang, Banten, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, menemukan perusahaan yang sejalan dengan kurikulum TKJ bukan perkara mudah.
“Menurut saya ini peluangnya bagus banget. HS Agung sudah 13 tahun berdiri, baru kali ini kami mendapatkan perusahaan yang benar-benar linier dengan jurusan kami,” ujar Nur Rahman.
Ia menjelaskan, meski Bekasi dikenal sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia, mayoritas perusahaan di wilayah tersebut lebih banyak membutuhkan tenaga kerja dari jurusan teknik mesin dibandingkan bidang jaringan dan telekomunikasi.
“Di Bekasi perusahaan memang banyak, tetapi yang benar-benar linier dengan jurusan TKJ sangat sedikit,” katanya.
Nur Rahman mengungkapkan, pihak sekolah sebelumnya beberapa kali menerima tawaran kerja sama.
Namun sebagian besar program yang ditawarkan memiliki orientasi bisnis yang dinilai kurang sejalan dengan tujuan pendidikan vokasi.
Kunjungan industri SMK HS Agung Bekasi ke kantor TBIG di Karawaci, Tangerang, Banten, Jumat (22/5/2026). (Akurat.co/Moehamad Dheny Permana)
Baca Juga: Energi Driver Ojol Lebih Baik untuk Kawal Regulasi Biaya Layanan, Bukan Nadiem Makarim
“Biasanya ada program CSR, tetapi ujungnya meminta sekolah bekerja sama menjalankan usaha seperti penjualan voucher internet. Itu yang tidak kami inginkan,” tegasnya.
Berbeda dengan pengalaman sebelumnya, kerja sama dengan TBIG dinilai lebih berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan peluang penyerapan tenaga kerja bagi lulusan SMK.
“Kalau di TBIG ini kami senang karena CSR-nya berupa pengembangan SDM dan peluang rekrutmen. Memang model seperti ini yang kami cari,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, siswa tidak hanya diajak melihat fasilitas perusahaan, tetapi juga mendapatkan pemahaman langsung mengenai teknologi jaringan, perangkat telekomunikasi, hingga operasional industri yang relevan dengan kompetensi mereka.
“Dari TBIG luar biasa. Anak-anak diperkenalkan berbagai teknologi yang memang sesuai dengan jurusan mereka. Diajak berkeliling dan dikenalkan langsung dengan alat-alat yang digunakan di industri,” tutur Nur Rahman.
Ia berharap kerja sama dengan TBIG dapat berlanjut dalam jangka panjang. Pasalnya, saat ini hanya sekitar 10 persen lulusan TKJ SMK HS Agung yang bekerja sesuai bidang keahlian mereka.
“Harapan kami kerja sama ini bisa terus berlanjut karena banyak sekali masukan yang bermanfaat bagi pengembangan jurusan Teknik Komputer dan Jaringan,” katanya.
Terpukau Tower Kamuflase
Antusiasme juga dirasakan siswa kelas XI SMK HS Agung, Kelvin Hogan. Peraih Juara I Lomba Kompetensi Siswa (LKS) bidang Fiber to The Home (FTTH) tingkat Kabupaten Bekasi itu mengaku terkesan saat melihat langsung perangkat telekomunikasi yang selama ini hanya dipelajarinya melalui teori.
“Saya jujur baru pertama kali melihat secara rinci perangkat-perangkat seperti ini. Sangat kagum,” ujar Kelvin.
Baginya, pengalaman mengunjungi industri memberikan perspektif baru mengenai dunia kerja yang akan dihadapinya setelah lulus nanti.
Ia mengaku paling tertarik saat mengetahui keberadaan tower telekomunikasi kamuflase yang dirancang menyatu dengan lingkungan sekitar.
“Saya baru tahu ternyata ada tower kamuflase. Menurut saya keren sekali. Selain itu saya juga jadi tahu bagaimana alat-alat jaringan bekerja dan jenis-jenis tower yang digunakan,” tuturnya.
Baca Juga: Rekomendasi Buku Belajar Investasi untuk Pemula yang Wajib Dibaca
Kelvin menjadi salah satu peserta yang dipilih mengikuti kunjungan tersebut meski masih duduk di kelas XI. Ia dipersiapkan untuk mewakili Kabupaten Bekasi pada ajang LKS tingkat Provinsi Jawa Barat.
“Yang paling membuat saya kagum ketika melihat perangkat berukuran besar di laboratorium. Saat pertama kali diperlihatkan, saya langsung takjub,” katanya.
Menjembatani Kesenjangan
Sementara itu, Network Operation Center TBIG, Eko Cipto Hidayat, menilai kunjungan industri menjadi salah satu cara efektif untuk memperkenalkan teknologi terkini kepada siswa vokasi.
Menurut Eko, terdapat perbedaan cukup besar antara materi yang dipelajari di sekolah dengan teknologi yang saat ini digunakan di dunia industri.
“Di sekolah mereka belajar teori dasarnya. Sedangkan di sini mereka bisa melihat langsung teknologi yang sudah diimplementasikan dan digunakan oleh perusahaan,” jelasnya.
Ia mengatakan sebagian perangkat yang dipamerkan kepada siswa merupakan teknologi yang bahkan belum tentu dapat diakses oleh institusi pendidikan karena tingginya biaya investasi.
“Bahkan di tingkat perguruan tinggi pun belum tentu ada fasilitas seperti ini. Karena perangkat yang ada di sini memang digunakan langsung untuk kebutuhan operasional di lapangan,” ujarnya.
Meski demikian, Eko menilai pemahaman dasar siswa SMK HS Agung sudah cukup baik sehingga mereka mampu mengikuti penjelasan selama kunjungan berlangsung.
“Mereka sebenarnya sudah punya dasar teori. Ketika melihat teknologi yang lebih baru, mereka jadi memahami bagaimana perkembangan industri saat ini,” katanya.
Untuk meningkatkan daya saing lulusan vokasi, Eko mendorong siswa aktif mengikuti program magang, pelatihan, hingga sertifikasi kompetensi yang banyak diselenggarakan perusahaan maupun pemerintah.
“Sering ada pelatihan gratis yang disertai sertifikasi. Ini bisa menjadi nilai tambah bagi siswa ketika lulus dan masuk ke dunia kerja,” ujarnya.
Sebagai perusahaan infrastruktur telekomunikasi, TBIG juga secara rutin membuka program magang bagi siswa SMK dan memberikan kesempatan kerja bagi peserta yang dinilai memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK




