BINUS Desain Masuk Top 2 Indonesia Versi QS 2026

AKURAT.CO BINUS University melalui School of Design berhasil meraih posisi kedua di Indonesia dalam QS World University Rankings by Subject 2026 untuk bidang Art & Design, khususnya pada indikator Employer Reputation.
Pencapaian tersebut menjadi bukti meningkatnya kepercayaan industri terhadap kualitas lulusan desain dari BINUS University di tengah pesatnya perkembangan industri kreatif global dan transformasi teknologi berbasis kecerdasan buatan atau AI.
Perubahan persepsi terhadap dunia desain kini juga semakin terlihat. Jika sebelumnya desain lebih identik dengan aspek estetika, saat ini desain telah berkembang menjadi bagian penting dalam strategi bisnis modern.
Penelitian McKinsey menunjukkan perusahaan yang menjadikan desain sebagai inti operasional bisnis mampu tumbuh 32 persen lebih cepat dibanding rata-rata industri serta menghasilkan total pengembalian pemegang saham 56 persen lebih tinggi.
Di saat bersamaan, perkembangan AI generatif membuat peran desainer tidak lagi hanya berfokus pada produksi visual, tetapi juga kemampuan berpikir strategis, memimpin proses kreatif, dan mengambil keputusan berbasis kebutuhan bisnis.
Industri Kreatif Indonesia Butuh Talenta Desain Siap Kerja
Industri kreatif Indonesia sendiri tengah mengalami pertumbuhan signifikan. Sektor ini mencatat pertumbuhan PDB sebesar 6,57 persen pada 2024 dan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain itu, nilai ekspor produk kreatif Indonesia mencapai USD 26,68 miliar atau sekitar Rp434 triliun pada sepuluh bulan pertama 2025.
Kondisi tersebut mendorong kebutuhan industri terhadap talenta desain yang tidak hanya menguasai aspek teknis, tetapi juga mampu menerjemahkan riset pengguna menjadi solusi bisnis nyata.
Dean School of Design BINUS University, Danendro Adi menjelaskan bahwa mahasiswa didorong untuk memahami kompleksitas industri sejak awal perkuliahan.
“Kami mendidik desainer yang bisa menjelaskan mengapa sebuah keputusan kreatif akan memberikan solusi dari sebuah permasalahan, bukan hanya membuatnya terlihat bagus,” ujar Danendro Adi.
Menurutnya, pendekatan pembelajaran berbasis proyek atau project-based learning menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja kreatif modern.
Mahasiswa School of Design BINUS University tidak hanya mempelajari teknik visual, tetapi juga mengerjakan proyek nyata dari klien industri, mulai dari desain identitas visual, antarmuka pengguna, produksi animasi, hingga proyek kolaborasi lintas disiplin.
Employer Reputation Jadi Jawaban Kekhawatiran Orang Tua
Peringkat kedua Indonesia pada indikator Employer Reputation di QS 2026 juga dinilai menjadi jawaban atas kekhawatiran banyak orang tua terkait prospek karier jurusan desain.
Indikator Employer Reputation mengukur tingkat kepercayaan perusahaan dan rekruter global terhadap kualitas lulusan suatu universitas berdasarkan survei internasional.
Posisi tersebut menunjukkan lulusan School of Design BINUS University menjadi salah satu yang paling dipercaya industri kreatif untuk langsung berkontribusi di dunia kerja.
Selain kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan industri, BINUS University juga menghadirkan integrasi AI dalam proses pembelajaran agar mahasiswa lebih siap menghadapi kebutuhan industri kreatif global.
Perjalanan karier mahasiswa turut diperkuat melalui BINUS Career Center yang membuka akses langsung ke perusahaan dan peluang kerja sebelum mahasiswa lulus.
Danendro Adi menegaskan bahwa kepercayaan industri tidak bisa dibangun secara instan.
“Kepercayaan industri tidak bisa dibeli dengan kampanye. Ia dibangun dari kualitas lulusan yang terbukti, tahun demi tahun,” jelas Danendro Adi.
Berdasarkan data internal BINUS University, sekitar 80,1 persen lulusan sarjana BINUS telah bekerja saat kelulusan, baik di perusahaan global maupun membangun bisnis kreatif sendiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat







