Kuliah Perdana STAI Nurul Iman Tegaskan Integrasi Keilmuan, Siap Bertransformasi Menuju Institut

AKURAT.CO STAI Nurul Iman Parung Bogor menggelar perkuliahan perdana yang menandai dimulainya penguatan budaya akademik menuju alih status kelembagaan menjadi institut, Senin (20/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Masjid Toha STAINI ini mengusung tema “Integrasi Keilmuan dan Penguatan Akademik: Dari Sekolah Tinggi Menuju Institut.”
Hadir sebagai narasumber utama, Nurkholis Sofwan, M.Ag., didampingi Wakil Ketua I STAI Nurul Iman, Assoc. Prof. Dr. Abdul Aziz, MA., MA.Hk. Dalam pemaparannya, Nurkholis menegaskan bahwa transformasi menuju institut tidak cukup hanya bersifat administratif, melainkan harus dibarengi perubahan paradigma akademik.
“Perubahan status kelembagaan bukan sekadar perubahan nama. Yang paling penting adalah transformasi budaya akademik dan paradigma keilmuan yang lebih integratif serta adaptif terhadap perkembangan zaman,” tegasnya di hadapan mahasiswa.
Baca Juga: Siap Alih Status ke IAINI Parung Bogor, STAINI Terus Dorong Kualitas Pendidikan
Ia menyoroti masih adanya dikotomi antara ilmu agama dan sains yang menjadi tantangan serius dalam pendidikan tinggi Islam. Menurutnya, perguruan tinggi berbasis pesantren justru memiliki posisi strategis untuk menjawab tantangan global, mulai dari perkembangan teknologi hingga krisis sosial dan lingkungan.
Secara tidak langsung ia menjelaskan bahwa integrasi keilmuan harus menjadi fondasi utama dalam pengembangan kurikulum dan riset kampus. Sinergi antara wahyu dan akal, serta pendekatan interkoneksi antar-disiplin ilmu, dinilai menjadi kunci membangun sistem pendidikan yang holistik.
Dalam konteks budaya akademik, Nurkholis mendorong mahasiswa untuk mengembangkan pemikiran kritis. “Mahasiswa tidak cukup hanya menghafal. Mereka harus mampu menganalisis, mengevaluasi, dan menghadirkan solusi konstruktif berbasis data dan realitas sosial,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kajian interdisipliner dan kolaborasi lintas bidang. Menurutnya, persoalan umat di bidang ekonomi, sosial, maupun pemberdayaan masyarakat tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan satu disiplin ilmu semata.
Selain aspek akademik, integrasi nilai keislaman dan kebangsaan turut menjadi sorotan. Nurkholis mengingatkan agar identitas pesantren tetap menjadi ruh pengembangan institusi di tengah arus globalisasi. Ia menegaskan bahwa modernisasi tidak boleh menghilangkan akar tradisi.
Baca Juga: UKM Menwa STAI Nurul Iman Ikuti Diksarmil di Yon Intai Tempur Kostrad Cikarang
Dalam sesi implementatif, ia memaparkan sejumlah strategi konkret, seperti pengembangan kurikulum integratif, revitalisasi tradisi bahtsul masail, penguatan literasi kitab kuning dan jurnal ilmiah, serta pembangunan budaya riset berbasis kemaslahatan. Digitalisasi pesantren juga disebut sebagai langkah adaptif menghadapi era teknologi.
Perkuliahan perdana tersebut berlangsung dengan antusiasme tinggi. Diskusi interaktif antara mahasiswa dan narasumber menunjukkan adanya kesadaran kolektif akan pentingnya transformasi akademik sebagai bagian dari visi besar alih status menuju institut.
Menutup pemaparannya, Nurkholis Sofwan menegaskan bahwa integrasi ilmu merupakan kebutuhan strategis. “Integrasi keilmuan bukan lagi pilihan, tetapi keharusan untuk membangun masa depan pendidikan tinggi Islam yang unggul dan berdaya saing global,” pungkasnya.
Momentum perkuliahan perdana ini sekaligus menjadi langkah awal STAI Nurul Iman Parung Bogor dalam memperkuat komitmen sivitas akademika membangun budaya akademik yang integratif, kritis, dan berorientasi masa depan menuju transformasi kelembagaan menjadi institut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan



