Perlu Penarik Gerbong untuk Bawa Nama UMM ke Kancah Nasional

AKURAT.CO Ketua Ombudsman Republik Indonesia (ORI), Mokhammad Najih, Ph.D., berpandangan, para alumni Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) perlu memiliki 'penarik gerbong' yang membawa nama besar perguruan tinggi Muhammadiyah UMM maju ke kancah nasional.
"Diperlukan ikatan penggerak, baik itu mantan aktivis organisasi ekstra mahasiswa (IMM, HMI, GMNI, PMII, KAMMI), organisasi mahasiswa intra kampus, organisasi mahasiswa daerah (orda), dan wadah lain untuk turut membawa nama UMM maju. Harus bergerak mengawal dengan ikatan komunikasi yang baik, jika tidak, maka kita akan sulit ke depannya," kata M. Najih saat memberikan sambutan pada Silaturrahmi Nasional (Silatnas) alumni HMI UMM di gedung ORI, Jakarta Selatan, dalam keterangannya, Minggu (16/2/2025).
M. Najih yang telah mengabdi sebagai pengajar di Fakultas Hukum UMM selama 25 tahun ini mengungkapkan, di Jakarta sudah banyak alumni UMM yang mempunyai peranan di bidangnya masing-masing. Karena itu, relasi komunikasi sangat perlu terus ditingkatkan.
Baca Juga: Pesan Prabowo Ke Mahasiswa UMM: Jangan Lupa Orang Tua Dan Jangan Korupsi
"Di lain sisi, bahwa alumni UMM masih perlu berjuang mengingat relatif masih muda dan belum punya basis ikatan alumni yang kuat. Maka itu, perlu menggerakkan organisasi agar terus menyambung silaturahmi bersama," tegasnya.
M. Najih juga mendorong adanya strategi jitu dalam mendorong kualitas SDM para kader HMI UMM untuk berkiprah di panggung nasional. Untuk itu, pola konsolidasi perkaderan optimal adalah keniscayaan.
"Tujuan utamanya, ada dua aspek yang dicapai, yakni demi almamater UMM dan HMI itu sendiri. Kita terus mendukung silaturahmi yang lebih strategis, syukur ada kader yang jadi menteri, pasti nanti akan mencari akarnya untuk penguatan," katanya.
Sementara, beberapa perwakilan alumni HMI UMM juga memberikan berbagai pandangannya. Alumni HMI Teknik UMM, Hafif mendorong dilakukan kegiatan silaturahmi secara berkala. Alumni lain, Hairul mendorong pentingnya yayasan untuk mengelola dana perkaderan menuju kemandirian. Sementara, Dadan mendorong adanya kewirausahaan agar diaktivasikan kembali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi







