LFC dan Dompet Dhuafa Jalin Kolaborasi Diskusi Manuskrip Filantropi

AKURAT.CO Lingkar Filologi Ciputat (LFC) menjalin kolaborasi dengan Dompet Dhuafa untuk menggelar diskusi rutin terkait isu-isu filantropi dalam naskah Nusantara. Program diskusi ini direncanakan berlangsung setiap bulan selama satu tahun ke depan dan berfokus pada penggalian nilai-nilai filantropi berbasis khazanah manuskrip Nusantara.
Isu filantropi yang dibahas mengacu pada lima pilar Dompet Dhuafa, yakni kesehatan, ekonomi, dakwah dan kemanusiaan, serta pendidikan dan budaya.
Direktur Lingkar Filologi Ciputat, Muhamad Abror, mengatakan bahwa banyak naskah Nusantara yang merekam praktik dan gagasan filantropi. Karena itu, kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi ikhtiar untuk membahas persoalan kontemporer dengan berpijak pada nilai-nilai lokal masa lalu.
Baca Juga: Rais Aam PBNU Minta Gus Yahya Tunda Pelaksanaan Harlah NU
“Ada banyak naskah Nusantara yang memuat isu-isu filantropi. Semoga kolaborasi ini menjadi salah satu ikhtiar dalam membahas isu-isu kontemporer dengan melihat nilai-nilai lokal masa lalu yang sangat penting,” ujarnya pada Rabu (28/1/2026).
Diskusi perdana kolaborasi ini digelar di Sasana Budaya Dompet Dhuafa, Jakarta Selatan, pada Selasa (27/1/2026). Pembina Lingkar Filologi Ciputat sekaligus Guru Besar Filologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Oman Fathurahman, mengapresiasi kerja sama tersebut sebagai langkah strategis. Menurutnya, isu-isu filantropi merupakan salah satu tema penting yang banyak ditemukan dalam naskah-naskah Nusantara.
“Ini namanya filologi plus. Artinya, ketika berbicara manuskrip, tidak hanya membahas filologi murni, tetapi juga diintegrasikan dengan disiplin ilmu lain, termasuk filantropi,” tuturnya.
Dukungan terhadap upaya menggali nilai masa lalu untuk menjawab tantangan masa kini juga disampaikan oleh Pembina Yayasan Dompet Dhuafa sekaligus Kurator Sasana Budaya Dompet Dhuafa, Yudi Latif. Ia menilai manuskrip Nusantara sebagai sumber penting dalam merumuskan arah peradaban ke depan.
“Untuk membangun dan merumuskan peradaban, kita perlu melihat masa lalu. Ada banyak nilai dan warisan penting untuk kita jadikan pijakan,” kata Yudi Latif dalam pemaparannya yang berjudul “Membaca Peran Nusantara bagi Masa Depan Global”.
Diskusi perdana ini mengusung tema “Diskusi Warisan Naskah Nusantara: Merawat Spirit Filantropi dan Keagamaan dalam Naskah Nusantara.” Kegiatan tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Yudi Latif, Peneliti BRIN sekaligus Ketua Masyarakat Pernaskahan Nusantara Agus Iswanto, serta Pengurus Manassa Rahmatia Ayu Widyaningrum.
Agus Iswanto memaparkan materi bertajuk “Spirit Filantropi dan Kesadaran Ekologi: Belajar dari Manuskrip Kisah Kiai Kanugrahan Qomaruddin Gresik”, sementara Rahmatia Ayu Widyaningrum membahas “Lontara’ Pabbura dalam Kehidupan Sosial Masyarakat Bugis: Membaca Naskah Pengobatan sebagai Pengetahuan Bersama”.
Baca Juga: Cara Menulis Naskah Konten Youtube Video Edukasi
Program diskusi kolaboratif ini memiliki sejumlah tujuan, antara lain meningkatkan literasi filantropi berbasis naskah Nusantara bagi pegawai Dompet Dhuafa, pegiat manuskrip, dan masyarakat umum; memperkuat identitas bangsa di tengah arus globalisasi; membangun jejaring kolaborasi antara praktisi filantropi dan akademisi; serta menyediakan arsip pengetahuan yang dapat dikembangkan menjadi serial publikasi atau kelas lanjutan.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Pembina Yayasan Dompet Dhuafa dan Kurator Sasana Budaya Dompet Dhuafa Andi Makmur Makka, Pengawas Yayasan Dompet Dhuafa Yayat Supriyatna, para pemangku kepentingan, serta ratusan peserta dari kalangan mahasiswa, peneliti, dan masyarakat umum.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 10Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu




