Muncul Akibat Lubang Kupu-kupu di Matahari, Apa Itu Badai Geomagnetik?

AKURAT.CO Fenomena antariksa langka kembali terjadi di langit. Lubang koronal raksasa berbentuk kupu-kupu muncul di atmosfer matahari dan memancarkan angin matahari berkecepatan tinggi menuju Bumi.
Aliran angin matahari ini mencapai Bumi pada 14 September 2025. Dampaknya, badai geomagnetik terjadi pada 13-14 September.
Dikutip dari Space, Sabtu (13/9/2025), badai berada pada level G1 (minor) dan meningkat ke level G2 (sedang) tetap terbuka.
Badai geomagnetik sendiri terjadi saat partikel bermuatan dari matahari berinteraksi dengan atmosfer Bumi. Tumbukan ini menghasilkan cahaya aurora berwarna-warni di langit malam.
Semakin kuat angin matahari, aurora akan terlihat lebih luas dan dinamis. Kondisi ini sering dimanfaatkan oleh pemburu aurora di berbagai belahan dunia.
Fenomena kali ini bertepatan dengan periode ekuinoks. Pada saat itu, posisi Bumi membuat angin matahari lebih mudah terhubung dengan medan magnet planet kita.
Efek ini dikenal dengan nama Russell-McPherron. Fenomena tersebut pertama kali dijelaskan oleh dua ahli geofisika pada tahun 1973.
Penelitian menunjukkan badai geomagnetik lebih sering muncul saat ekuinoks dibandingkan titik balik matahari. Dengan ekuinoks musim gugur jatuh pada 22 September, peluang aurora semakin besar.
Jika badai mencapai kategori G2, aurora berpeluang terlihat di Kanada, Alaska, Skandinavia, hingga Inggris utara. Di belahan selatan, cahaya aurora mungkin tampak di Antartika, Tasmania dan Selandia Baru bagian selatan.
Meski begitu, prakiraan cuaca luar angkasa selalu penuh ketidakpastian. Kekuatan badai akan sangat dipengaruhi kondisi angin matahari saat mencapai Bumi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








