AKURAT.CO Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Siti Atikoh Supriyanti menyatakan gerakan Pramuka dapat mencegah peristiwa bullying yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.
Menurut Atikoh, gerakan Pramuka memiliki potensi besar untuk mencegah kasus bullying karena didalamnya ditanamkan nilai-nilai kebaikan, seperti nasionalisme dan berempati terhadap sesama.
"Di Dasa Darma Pramuka ada semua disitu. Bagaimana kita berempati pada orang lain, bagaimana bisa memberikan kepeduliaan kepada lingkungan, Taqwa terhadap Tuhan yang Masa Esa dan lainnya," kata Atikoh saat menjadi apel besar dalam peringatan Hari Pramuka ke-62 di Alun-alun Purbalingga, Jawa Tengah, Senin (9/10/2023).
Baca Juga: Ganjar Yakin 25 Juta Anggota Pramuka Se-Indonesia Mampu Wujudkan Kemajuan Bangsa Di 2045
Atikoh menekankan bahwa semua pihak, termasuk orang tua dan sekolah, memiliki tanggung jawab dan kewajiban dalam mencegah bullying. Ia menjelaskan bahwa jika seseorang mengetahui adanya tindakan bullying, mereka harus bertindak.
Menurut Atikoh, tindakan itu bisa berupa melaporkan insiden tersebut kepada pihak berwenang atau guru. Penting juga untuk menjaga kerahasiaan pelaporan untuk mencegah siklus bullying yang lebih lanjut.
"Semua orang itu memiliki tanggung jawab dan responsibility yah untuk mencegah itu. Misalkan kita tidak menjadi korban, tapi kita juga harus memiliki kepekaan. Misalnya ada bullying, apa yang bisa kita lakukan, misalnya melaporkan," tutur istri bakal calon presiden RI, Ganjar Pranowo tersebut.
Menurut Atikoh, pola pendidikan seharusnya dimulai di rumah. Bagaimana anak-anak bisa belajar untuk berempati terhadap masyarakat dengan pendidikan dari orang tua.
Baca Juga: Kolaborasi OJK Dan Kwarnas Pramuka Galakkan Generasi Muda Menabung
"Sebenarnya pola utama pendidikan itu bagaimana di rumah, bagaimana anak-anak itu bisa belajar berempati kepada masyarakat," ucapnya.
Atikoh juga menekankan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman dan mendukung, di mana para siswa merasa nyaman melaporkan peristiwa bullying tanpa takut mendapat balasan negatif. Guru dan tenaga pendidik juga memiliki tanggung jawab untuk mengawasi dan mencegah tindakan bullying di lingkungan sekolah.
"Karena kalau kita lihat berita-berita, di sosial media, itu kan ada bullying. Nah ini Pramuka Garuda sebenarnya garda terdepan untuk pencegahan itu," imbuhnya.
Atikoh menyatakan bahwa gerakan Pramuka akan terus berkomitmen untuk membentuk pemuda yang berintegritas, peduli, dan penuh semangat nasionalisme, sebagai garda terdepan dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 6India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan









