AKURAT.CO Jenis pola asuh anak atau gaya pengasuhan orang tua terhadap anak akan berpengaruh pada karakternya di masa depan. Bahkan, para peneliti mengungkapkan bahwa adanya keterkaitan antara pola asuh dan perilaku anak di kemudian hari.
Dari masing-masing jenis pola asuh yang diterapkan orang tua tentu memiliki dampak yang berbeda pada anak. Jika pendekatan yang dilakukan berbeda maka hasilnya juga akan bervariasi. Gaya pengasuhan orang tua akan berpengaruh kepada perkembangan mental anak serta pertumbuhan emosi pada psikologis anak secara keseluruhan.
Jenis Pola Asuh Anak
Adapun, jenis pola asuh anak dibedakan menjadi empat yaitu pengasuhan permisif, otoritatif, otoriter dan tidak terlibat. Keempat jenis gaya pengasuhan ini berbeda dalam cara disiplin, pengasuhan, kehangatan, metode komunikasi, kontrol dan tingkat kedewasaan.
Berikut merupakan ulasan mengenai empat jenis pola asuh anak, di antaranya:
Pola asuh permisif
Jenis pola asuh anak permisif dapat dikatakan sebagai pola asuh yang toleran atau penuh dengan kesabaran. Ciri-ciri gaya pengasuhan ini yaitu memiliki beberapa aturan atau standar perilaku, aturan bisa tidak konsisten, jangan berharap terlalu banyak dari anak, dan terus mengasuh dan mencintai anak-anak. Pola asuh seperti ini akan memberikan efek kepada anak misalnya seperti kekurangan disiplin diri, memiliki keterampilan sosial yang buruk, akan sangat menuntut dan merasa tidak aman.
Pola asuh otoritatif
Gaya pengasuhan ini dikenal dengan pola asuh demokratis, di mana orangtua dan anak selalu berbicara bersama untuk mendapatkan solusi dari setiap permasalahan yang dihadapinya. Jenis pola asuh seperti ini akan mendorong anak untuk berani berpendapat dan percaya diri.
Bahkan anak akan merasa dihargai karena orang tua lebih terbuka untuk mendengarkan pendapat anak. Maka secara tidak langsung pola asuh seperti ini akan merekatkan hubungan anak dan orang tua.
Pola asuh otoriter
Jenis pola asuh anak seperti ini ditandai dengan aturan orangtua yang kaku dan harapan tinggi yang harus diikuti anak tanpa syarat. Umumnya, karakteristik pola asuh seperti ini orangtua akan memberikan peraturan yang ketat, sangat menuntut dan tidak memberikan anak-anak pilihan.
Para orang tua harus hati-hati jika menerapkan pola asuh anak seperti ini, karena efek yang ditimbulkan akan mebuat anak memiliki perilaku yang lebih agresif di luar rumah, mengalami kesulitan dalam situasi sosal dan tidak percaya diri disekitar orang lain. Kebanyakan dari anak dengan pola asuh seperti ini akan berdampak pada prestasi anak di sekolah.
Pola asuh yang tidak terlibat
Pola asuh yang tidak terlibat atau tidak diperhatikan menjadi gaya pengasuhan yang paling berbahaya. Dalam gaya pengasuhan seperti ini biasanya orangtua abai dan tidak memenuhi kebutuhan anak, baik dari segi fisik maupun psikis.
Orang tua dengan jenis pola asuh anak seperti ini sangat sedikit. Anak-anak dengan pola asuh orang tua seperti ini mungkin tidak akan merasa bahagia dalam hidupnya. Mereka cenderung tidak berprestasi, baik di bidang akademik maupun tidak percaya diri saat berada di masyarakat umum.
Nah, itulah empat jenis pola asuh anak. Pilihlah salah satu metode pengasuhan anak yang baik untuk menciptakan mental, agar bisa melakukan proses sosialisasinya serta bisa membanggakan orang tua dengan berprestasi sekolah.
Semoga dengan ulasan di atas bisa membantu kamu untuk menentukan dan menerapkan pola asuh yang baik kepada anak. Terapkan pola asuh yang tepat agar anak merasa nyaman. Kira-kira kamu menerapkan pola asuh anak yang mana?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 8Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 9DPR Ajak Semua Pihak Merawat Persatuan Lewat Kerja Nyata di Hari Sumpah Pemuda
- 10Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan




