Akurat Logo

Ngeri, Ini Dampak Melakukan KDRT di Depan Anak Seperti Kasus Viral dari Cinere

Iqbal Rizkyka | 7 November 2022, 23:04 WIB
Ngeri, Ini Dampak Melakukan KDRT di Depan Anak Seperti Kasus Viral dari Cinere

AKURAT.CO Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang suami melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap istrinya di jalan umum wilayah Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok. 

Dalam video tersebut memperlihatkan pasangan suami istri (pasutri) bersama anaknya sedang melintas di jalan, menggunakan sepeda motor. 

Namun iba-tiba, pasutri tersebut berhenti dan ribut di Jalan Lingkungan RW 7, Kelurahan Pangkalan Jati, Cinere, Depok.

Sang suami tampak emosi dan sempat menjatuhkan sepeda motor yang dikendarainya. Tidak hanya itu, istri dan anaknya juga sempat menjadi sasaran amarah sang suami. 

Warga yang ada di sekitar lokasi mencoba melerai, namun justru mendapat ancaman dari pelaku. 

Pria tersebut kemudiaan memukuli istrinya di depan dang anak. Sementara, sang anak menangis melihat kedua orang tuanya ribut di tempat umum.

Jajaran Polres Metro Depok pun langsung menyelidiki aksi KDRT di jalanan umum Pangkalan Jati, Cinere yang viral tersebut. Dari hasil penyelidikan, polisi akhirnya berhasil menangkap tersangka berinisial MS.

“Dugaan KDRT suami terhadap istri dan tersangka telah diamankan,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno kepada wartawan, dikutip pada Senin (7/11/2022).

Tidak hanya berdampak bagi istri, KDRT juga berdampak buruk pada anak. Apalagi, jika dilakukan di depan anak, seperti kasus di Cinere, Depok ini.

Dampak dari tindakan tersebut tidak hanya meninggalkan trauma fisik, tapi bisa menyebabkan gangguan mental, seksual dan ketakutan terhadap orang baru.

Selain dampak di atas, apa lagi dampak dari kekerasan dalam rumah tangga terhadap atau di depan anak. Dilansir dari berbagai sumber, ini dia dampak-dampaknya.

Trauma psikologi dan emosional

Anak akan mengalami trauma psikologi dan emosi sebagai dampak dari rasa takut selama berada di rumah.

Melakukan kekerasan

Anak juga akan cenderung menirukan sikap kasar dari orang tua yang melakukan kekerasan. Ketika dewasa, anak yang mengalami kekerasan fisik berisiko melakukan kekerasan terhadap pasangan, teman, atau anaknya sendiri, serta bisa kehilangan kendali diri.

Hilang nafsu makan

Kekerasan fisik pada anak juga akan mempengaruhi kesehatannya secara keseluruhan. Anak jadi tidak nafsu makan, dan bisa kekurangan nutrisi.

Risiko luka fisik

Dampak kekerasan dalam rumah tangga terhadap anak yang bisa terlihat adalah risiko luka fisik bagi mereka yang mengalaminya. 

Kekerasan fisik ini meliputi memar, luka terbuka, patah tulang, terkilir, kelelahan kronis, nafas pendek, gemetar tanpa sadar, ketegangan otot, dan lain sebagainya.

Perilaku tidak wajar

Perilaku yang tidak wajar tersebut di antaranya adalah sering berbohong, mencuri, berkelahi hingga aksi bullying yang kemungkinan besar terjadi di sekolah karena pola interaksi sosialnya yang buruk.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.