Mitos, Ibu Menyusui Tidak Ada Pantangan Pada Makanan dan Minuman

AKURAT.CO, Setelah melahirkan, mungkin Bunda 'merdeka' karena bisa menikmati makanan yang dipantang selama kehamilan.
Kendati begitu, Bunda tetap harus hati-hati dalam memilih makanan. Kenapa? Karena Ibu masih menyusui bayinya.
Menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Kartika S. Widuri, SpA bahwa sebenarnya tidak ada pantangan makanan atau minuman untuk Ibu menyusui.
"Pantangan menyusui tidak ada yang saklek seperti dimitos jangan makan pedes nanti ASI-nyabedes, jangan minum dingin nanti ASI-nya dingin atau kalau makan duren tidak boleh nanti ASI-nya jadi bau duren," ujar dr. Widuri kepada AKURAT.CO pada Sabtu (24/9/2022).
Hanya saja, dr. Widuri melanjutkan bahwa Ibu yang sedang menyusui tidak boleh makan secara berlebihan. Kenapa? agar proses pemberian ASI kepada anak tidak terganggu.
"Prinsipnya tidak boleh berlebihan aja, misal ibu suka makanan pedas kayak rendang, boleh-boleh aja makan rendang tapi tidak berlebihan, kalau berlebihan jadi diare dan proses menyusui jadi terganggu kayak gitu," katanya.
Widuri mengatakan, Ibu menyusui masih boleh meminum kafein seperti teh dan kopi. Tapi batas maksimal konsumsi kafein bagi ibu hamil dalam sehari adalah 200 mg atau setara 2 cangkir.
"Kopi dan teh boleh asal dalam jumlah yang wajar dan tidak berlebihan. Alkohol tidak dikonsumsi ya," ucapnya.
Lanjut Widuri, bahw ada makanan dan minuman yang lebih baik dikonsumsi, agar ASI lancar dikeluarkan untuk anak.
"Ibu menyusui baiknya mengonsumsi apa agar asi lancar, pertama konsumsi makan gizi seimbang yakni karbohidrat cukup, kalori cukup, protein cukup, vitamin disertai mineral cukup. Lalu, asupan cairan terjaga, yakni 2 liter air mineral," tuturnya.
"Ibu menyusui juga bisa menyelipkan cemilan padat gizi pada waktu tiga makan utamaz seperti jus alpukat, sari kacang hijau, bubur kacang hijau dan susu almond," tambahnya.
Widuri menambahkan, Ibu menyusui juga jangan lupa mengonsumsi kacang-kacangan dan sayur.
"Ibu menyusui jangan lupa mengonsumsi kacang-kacangan karena pada protein dan sayur-sayuran hijau," pungkasnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat




