AKURAT.CO, Apakah ibu menyusui boleh minum kopi? Ya, sangat aman mengonsumsi kafein saat Bunda menyusui (busui).
Meskipun kafein yang Bunda minum tidak sepenuhnya berakhir di ASI, porsinya tetap harus dibatasi.
Para ahli setuju bahwa harus membatasi asupan kafein antara 200 hingga 300 miligram setiap hari.
American Academy of Pediatrics merekomendasikan tidak lebih dari tiga cangkir setiap hari.
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) merekomendasikan hingga 200 mg sehari, yang setara dengan dua cangkir kecil kopi atau satu cangkir 12 ons sehari. Ini adalah level yang sama yang boleh dikonsumsi selama kehamilan.
Sementara Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) serta La Leche League International menyarankan tidak lebih dari 300 mg sehari.
"Sejauh berapa cangkir kopi panas yang boleh diminum saat menyusui, kebanyakan wanita dapat dengan aman minum satu atau dua cangkir kopi delapan ons per hari," kata konsultan laktasi bersertifikat internasional Leigh Anne O'Connordi, dikutip AKURAT.CO, Senin (25/7/2022).
"Tergantung pada minuman pilihan, kamu mungkin bisa minum satu hingga tiga cangkir kopi atau minuman dingin sehari. Rata-rata delapan ons cangkir kopi mengandung 100 hingga 175 miligram kafein,” ujar Kristen Howorko, yang juga seorang konsultan laktasi bersertifikat internasional.
Lantaran Bunda harus memerhatikan jumlah kafein yang dikonsumsi, perlu diketahui bahwa kopi dingin memiliki kandungan kafein lebih tinggi dari pada kopi panas.
Bunda harus selalu berhati-hati karena itu mungkin melebihi batas harian hanya dalam satu porsi! Oleh sebab itu, yang terbaik adalah mengetahui kira-kira berapa miligram kafein dalam es kopimu.
Ingat, minum kafein dalam jumlah ringan atau sedang memang tidak menimbulkan risiko bagi kamu atau bayimu. Tetapi sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa sekitar satu persen kafein bisa masuk ke dalam ASI.
Tingkat penyerapan kafein oleh tubuh yang ada pada setiap wanita itu berbeda.
Jadi, sulit untuk mengetahui jumlah kafein akan didapat oleh bayi dari ASI.
Selain itu, reaksi setiap bayi terhadap konsumsi kafein juga berbeda-beda. Jika bayimu lebih sensitif terhadap kafein, ia mungkin menjadi lebih gelisah, rewel, atau sulit tidur atau tenang.
Awasi dan lihat apakah mengurangi jumlah kafein yang kamu konsumsi dapat membantu atau tidak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 6Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Hanya Kompromi Politik, Fahri Hamzah Tantang DPR Tetapkan Ambang Batas Parlemen Nol atau 20 Persen
- 10Marc Marquez Dibayangi 'Kutukan' Mandalika Jelang Tampil di MotoGP Indonesia



