Akurat Logo

Bunda Wajib Tahu, Hindari Memberikan Jus Jeruk Pada Anak Terlalu Dini

Jhon | 5 April 2022, 14:58 WIB
Bunda Wajib Tahu, Hindari Memberikan Jus Jeruk Pada Anak Terlalu Dini

AKURAT.CO Jus jeruk terbuat dari buah kaya vitamin, yang tentunya baik untuk kesehatan. Tetapi ketika berbicara tentang bayi, memberikan jus tidak sesederhana itu.

Dokter anak secara umum setuju bahwa bayi harus mendapat ASI atau susu formula secara eksklusif selama enam bulan pertama kehidupannya. Setelah berusia enam bulan, Bunda boleh memberikan makanan padat atau pendamping ASI (MPASI) termasuk buah jeruk dan jusnya. 

"Ketika bayi mulai mengonsumsi buah, tidak apa-apa untuk juga memberikan jus dari buah itu, “kata Dr Robert Hamilton, MD, dikutip AKURAT.CO, Selasa (5/4/2022). 

Meskipun kaya akan vitamin, Bunda harus memahami bahwa jus saja tanpa manfaat daging buah dikategorikan sebagai makanan tinggi gula dan berkalori tinggi. Apalagi jika Bunda memberikan jus jeruk yang dibeli di toko. Kandungan gula dan kalori jus cukup mengkhawatirkan sehingga Bunda dianjurkan menunda pemberian jus bahkan lebih dari enam bulan. 

Sementara Sharifa Glass, MD, seorang dokter anak bersertifikat  mengatakan bahwa bayi dapat minum jus jeruk setelah berusia satu tahun. Bukan hanya karena minim nutrisi, pemberian jus yang terlalu dini dapat menyebabkan Si Kecil menolak makanan lain, termasuk ASI. 

“The American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan para orang tua untuk tidak memberikan jus untuk anak-anak di bawah usia 12 bulan karena nilai gizi yang minim dibandingkan buah segar. Selain itu, anak akan lebih menyukai minuman manis ini daripada ASI, susu formula, dan makanan,” katanya.

“AAP juga merekomendasikan membatasi jus hingga empat ons per hari setelah anak-anak mencapai usia satu tahun," imbuh  Glass. 

Alih-alih memberikan jus, Gina Posner, MD, menyarankan untuk memberi buah utuh setelah Si Kecil berusia enam bulan, saat mereka mulai diperkenalkan dengan makanan padat. Bayi masih mendapatkan jus buah dari makan jeruk utuh, yang termasuk serat untuk pencernaan yang baik.

“Makan buah memberi banyak serat sementara jus hanya memberi tambahan kalori dan gula,” katanya.

Jika tetap ingin memberikan jus pada anak, Bunda harus mengencerkannya. Hamilton menyarankan Bunda untuk mengencerkan jus buah dengan air 1:1 dan meminimalkan volume jus menjadi 4 hingga 6 ons per hari.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

J
Reporter
Jhon
C