Akurat Logo

Baby Led Weaning, Benarkah Perlu Membiarkan Anak Makan Sendiri?

Khaerul S | 29 Mei 2019, 16:31 WIB
Baby Led Weaning, Benarkah Perlu Membiarkan Anak Makan Sendiri?

AKURAT.CO Baby Led Weaning (BLW) merupakan sebuah pendekatan memperkenalkan makanan padat atau makanan pendamping ASI (MPASI) pada si kecil. Metode ini membiarkan bayi berusia 6 bulan untuk memakan sendiri makanan yang bisa digenggamnya tanpa disuapi oleh sang bunda atau pengasuh.

Banyak yang beranggapan bahwa metode satu ini adalah cara yang baik untuk memberi kesempatan bayi mengeksplore makanan yang dimakannya sendiri. Selain itu mereka juga bisa belajar untuk mengenali tekstur, rasa, ukuran dan bentuk makanan yang berbeda.

Namun benarkah metode Baby Led Weaning benar baik untuk diterapkan? Mitos atau fakta? Berikut penyampaian Dokter spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi, dr. Frieda Handayani, SpA(K) kepada AkuratHealth dalam diskusi media 'Bicara Gizi' oleh Danone di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (28/5).

"Membiarkan bayi makan sendiri atau populer disebut Baby Led Weaning ini sebenarnya mitos. Faktanya bayi itu tidak boleh dibiarkan makan sendiri tanpa supervisi dan pengaturan orangtua," ungkapnya.

Bukan tanpa alasan metode satu ini dinilai tidak baik untul diterapkan, ada beberapa risiko yang melatarbelakanginya.

"Ketika bayi memakan sendiri makanannya itu berisiko mengalami kekurangan nutrisi karena bayi hanya menentukan jenis makanan yang ia suka untuk dihabiskan. Seringkali apa yang dipilih bayi tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, serta zat gizi mikro terutama zat besi," tambahnya.

Lebih lanjut risiko lainnya juga mengintai si kecil ketika mereka dibiarkan makan sendiri, terlebih tanpa pengawasan.

"Bayi bisa berisiko mengalami tersedak, lalu membuang-buang makanan juga itu kan. Jadi jangan dibiarkan si kecil makan sendiri," tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
A