Puasa Bedug Sampai Jam Berapa? Lantas Apa Hukum Puasa Setengah Hari Menurut Islam?

AKURAT.CO Puasa merupakan salah satu rukun Islam yang diwajibkan bagi umat Muslim yang telah mencapai usia baligh.
Namun, bagi anak-anak yang belum baligh, puasa setengah hari atau yang dikenal dengan istilah "puasa bedug" sering kali dijadikan sebagai latihan.
Pertanyaan yang sering muncul adalah, "Puasa bedug sampai jam berapa?" dan "Apa hukum puasa setengah hari menurut Islam?"
Artikel ini akan membahas kedua pertanyaan tersebut secara komprehensif.
Baca Juga: Bagaimana Cara Menghilangkan Cegukan Saat Puasa? Ikuti Langkah Sederhana dan Mudah Berikut
Apa Itu Puasa Bedug?
Puasa bedug merujuk pada puasa yang dilakukan dari waktu subuh hingga azan Zuhur berkumandang.
Istilah ini lebih umum digunakan di kalangan masyarakat Jawa dan merupakan cara untuk mengenalkan anak-anak pada ibadah puasa sebelum mereka diwajibkan menjalankan puasa penuh saat telah baligh.
Menurut Hafidz Muftisany dalam Fikih Keseharian, puasa bedug dimulai dari terbit fajar hingga azan Zuhur, yang berarti anak-anak dapat berbuka pada waktu Zuhur.
Tujuan dari latihan ini adalah membiasakan anak-anak agar mereka siap menjalankan puasa penuh selama bulan Ramadhan.
Baca Juga: Apa Hukum Sikat Gigi Saat Puasa di Pagi Hari Setelah Subuh? Begini Penjelasan Menurut Islam
Waktu Puasa Bedug
Puasa bedug biasanya berlangsung dari pagi hingga siang hari.
Sebagai contoh, jika waktu subuh di suatu daerah adalah pukul 05.00, maka puasa bedug akan berakhir saat azan Zuhur berkumandang, biasanya sekitar pukul 12.00 atau 13.00 tergantung pada lokasi.
Sebagai ilustrasi, di Samarinda pada 20 Maret 2024, waktu subuh adalah pukul 05.02 WITA, sehingga anak-anak yang menjalankan puasa bedug dapat berbuka sekitar pukul 12.22 WITA saat azan Zuhur berkumandang.
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Berbuka Puasa 2025 Seluruh Wilayah Indonesia, Resmi dari Bimas Islam Kemenag
Hukum Puasa Setengah Hari Menurut Islam
Hukum puasa setengah hari atau puasa bedug tidak memiliki dasar syariat yang kuat dalam Islam.
Namun, ada beberapa pandangan mengenai hal ini:
-
Untuk Anak-Anak
Puasa bedug diperbolehkan bagi anak-anak sebagai latihan dan persiapan untuk berpuasa penuh di masa depan. Dalam hadis disebutkan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan agar anak-anak dilatih untuk berpuasa ketika mereka sudah mampu (HR. Abu Daud). -
Untuk Orang Dewasa
Bagi orang dewasa, puasa setengah hari tidak dianjurkan dan dianggap tidak sah jika dilakukan tanpa uzur syar'i. Menurut Imam As-Syairazi dalam kitab Al-Muhadzzab, puasa harus dilakukan dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Oleh karena itu, orang dewasa yang tidak memiliki alasan tertentu sebaiknya menjalankan puasa penuh.
Pentingnya Melatih Anak Berpuasa
Melatih anak untuk berpuasa merupakan langkah penting dalam pendidikan agama.
Hal ini membantu mereka memahami nilai-nilai ibadah dan mempersiapkan diri untuk menjalankan kewajiban saat mereka sudah baligh.
Syekh Ibnu Utsaimin menyatakan bahwa meskipun anak tidak diwajibkan berpuasa hingga baligh, melatih mereka untuk berpuasa sangat dianjurkan agar mereka terbiasa ketika tiba saatnya untuk menjalankan ibadah tersebut.
Puasa bedug berlangsung dari waktu subuh hingga azan Zuhur berkumandang dan diperbolehkan bagi anak-anak sebagai latihan sebelum mereka diwajibkan berpuasa penuh.
Meskipun tidak ada dasar syariat yang kuat untuk puasa setengah hari bagi orang dewasa, penting bagi orang tua untuk melatih anak-anak mereka agar mengenal dan memahami ibadah puasa.
Dengan memahami waktu dan hukum puasa bedug serta pentingnya pelatihan ini, umat Islam dapat lebih baik mempersiapkan generasi mendatang dalam menjalankan ibadah Ramadhan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.




