3 Mitos Makanan Bayi Yang Harus Diluruskan

AKURAT.CO, Ketika Anda memiliki bayi tentunya banyak sekali aturan bahkan mitos-mitos yang beredar di masyarakat. Contohnya "tunda pemberian telur dan daging sebelum anak berusia 8 bulan" padahal hal tersebut belum tentu benar.
Kebutuhan gizi yang tercukupi untuk bayi sangat berpengaruh untuk tumbuh kembang dan daya tahan tubuh bayi jadi sebagai orang tua kita harus pandai memilih dan memilah asupan yang baik untuk bayi.
Dilansir dari akun instagram dr. Tan Shot Yen @drtanshotyen selaku ahli gizi masyarakat, Jum'at (13/1/2023), berikut tiga mitos makanan yang tidak boleh dikonsumsi oleh bayi yang berkembang di masyarakat.
1. Buah dan sayur untuk perkenalan saja
Faktanya pedoman WHO, UNICEF menganjurkan sayur dan buah kaya vitamin A dan C sebagai serapan zat besi. Tidak ada bukti konkret yang menyatakan bahwa bayi yang diperkenalkan dengan buah terlebih dahulu bisa lebih sulit menerima sayur atau sebaliknya. Jadi untuk para moms di rumah, Anda dapat memberikan buah dan sayur pada si kecil pastinya dengan takaran yang sesuai.
2. Memberi pisang akan membuat sembelit
Hal tersebut tidak sepenuhnya benar, faktanya pisang dengan kulit kuning mulus memang bisa membuat anak sembelit, namun pisang yang ranum dengan bintik-bintik cokelat malah akan membuat BAB pada anak lancar.
3. Hati ayam atau sapi tidak boleh diberikan sebagai MPASI karena mengandung zat racun
Hal tersebut salah ya moms, hati sangat aman diberikan untuk bayi, bahkan patut untuk menjadikannya protein hewani pilihan, hal tersebut dikarenakan hati mengandung zat besi yang tinggi.
Nah itulah moms, beberapa mitos dan fakta yang patut dipelajari agar anak tetap mendapatkan nutrisi yang optimal, dicatat ya moms.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





