Ngeri, Ini Dampak Melakukan KDRT di Depan Anak Seperti Kasus Viral dari Cinere

AKURAT.CO Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang suami melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap istrinya di jalan umum wilayah Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok.
Dalam video tersebut memperlihatkan pasangan suami istri (pasutri) bersama anaknya sedang melintas di jalan, menggunakan sepeda motor.
Namun iba-tiba, pasutri tersebut berhenti dan ribut di Jalan Lingkungan RW 7, Kelurahan Pangkalan Jati, Cinere, Depok.
Sang suami tampak emosi dan sempat menjatuhkan sepeda motor yang dikendarainya. Tidak hanya itu, istri dan anaknya juga sempat menjadi sasaran amarah sang suami.
Warga yang ada di sekitar lokasi mencoba melerai, namun justru mendapat ancaman dari pelaku.
Pria tersebut kemudiaan memukuli istrinya di depan dang anak. Sementara, sang anak menangis melihat kedua orang tuanya ribut di tempat umum.
Jajaran Polres Metro Depok pun langsung menyelidiki aksi KDRT di jalanan umum Pangkalan Jati, Cinere yang viral tersebut. Dari hasil penyelidikan, polisi akhirnya berhasil menangkap tersangka berinisial MS.
“Dugaan KDRT suami terhadap istri dan tersangka telah diamankan,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno kepada wartawan, dikutip pada Senin (7/11/2022).
Tidak hanya berdampak bagi istri, KDRT juga berdampak buruk pada anak. Apalagi, jika dilakukan di depan anak, seperti kasus di Cinere, Depok ini.
Dampak dari tindakan tersebut tidak hanya meninggalkan trauma fisik, tapi bisa menyebabkan gangguan mental, seksual dan ketakutan terhadap orang baru.
Selain dampak di atas, apa lagi dampak dari kekerasan dalam rumah tangga terhadap atau di depan anak. Dilansir dari berbagai sumber, ini dia dampak-dampaknya.
Trauma psikologi dan emosional
Anak akan mengalami trauma psikologi dan emosi sebagai dampak dari rasa takut selama berada di rumah.
Melakukan kekerasan
Anak juga akan cenderung menirukan sikap kasar dari orang tua yang melakukan kekerasan. Ketika dewasa, anak yang mengalami kekerasan fisik berisiko melakukan kekerasan terhadap pasangan, teman, atau anaknya sendiri, serta bisa kehilangan kendali diri.
Hilang nafsu makan
Kekerasan fisik pada anak juga akan mempengaruhi kesehatannya secara keseluruhan. Anak jadi tidak nafsu makan, dan bisa kekurangan nutrisi.
Risiko luka fisik
Dampak kekerasan dalam rumah tangga terhadap anak yang bisa terlihat adalah risiko luka fisik bagi mereka yang mengalaminya.
Kekerasan fisik ini meliputi memar, luka terbuka, patah tulang, terkilir, kelelahan kronis, nafas pendek, gemetar tanpa sadar, ketegangan otot, dan lain sebagainya.
Perilaku tidak wajar
Perilaku yang tidak wajar tersebut di antaranya adalah sering berbohong, mencuri, berkelahi hingga aksi bullying yang kemungkinan besar terjadi di sekolah karena pola interaksi sosialnya yang buruk.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini



