Perlukah Anak Rutin Konsumsi Multivitamin Berbentuk Suplemen?

AKURAT.CO, Di tengah pandemi Covid-19 serta meningkatnya jumlah anak yang terkonfrimasi positif Covid-19, orangtua perlu rutin memberikan multivitamin berbentuk suplemen makanan untuk si Kecil setiap hari, untuk meningkatkan imunitas Si Kecil melawan virus Covid-19.
Tapi tahukah Ayah dan Bunda? Menurut Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi, Ariani Dewi Widodo, ternyata anak tidak diwajibkan mengonsumsi multivitamin berbentuk suplemen setiap hari, loh.
“Belum tentu perlu mengonsumsi multivitamin setiap hari. Di satu sisi, vitamin untuk anak bisa didapat dari asupan menu pelangi yang mengandung vitamin dan mineral, seperti sayur dan buah berwarna hijau dan berwarna cerah jingga, merah dan lain-lain,” ujar Ariani melalui siaran langsung Instagram Akurat.co, dikutip pada Rabu, (4/8).
Ariani menambahkan, kebutuhan vitamin Si Kecil tidak akan terpenuhi jika ia memilih-milih makanan, misalnya hanya memakan sayuran berwarna cerah saja .
“Ada anak yang suka makan sayuran berwarna cerah saja dan dia nggak suka makan sayur-sayuran hijau seperti bayam. Ini berarti, nutrisi yang didapat dari makanan tidak lengkap kalau anak hanya mengonsumsi sayuran cerah seperti wortel atau tomat. Oleh karena itu, kita harus liat apa saja yang dikonsumsi anak,” katanya.
“Anak susah makan atau anak yang sangat memilih dalam makanan jika kita periksa pasti kekurangan vitamin seperti misalnya vitamin D. Jadi, anak seperti itu wajib menambahkan suplemen multivitamin agar kadar nutrsinya normal. Namun ingat, kadar nutrisi normal idealnya didapat dari menu seimbang 4 sehat 5 sempurna,” sambungnya.
Agar anak mendapat nutrisi lengkap tanpa harus mengonsumsi suplemen multivitamin, Ariani menyarankan Ayah dan Bunda memberikan makan yang mengandung fortifikasi vitamin.
Makanan fortifikasi adalah makanan yang telah ditambahkan zat gizi tertentu yang tak ada di suatu makanan ke dalam makanan tersebut. Misalnya, margarin sebenarnya hanya mengandung lemak, tapi karena bisa difortifikasi, margarin bisa mengandung vitamin D dan Vitamin E.
“Untuk memenuhi nutrisi anak, jenis makanan fortifikasi juga menyehatkan seperti MPASI bubur anak yang sudah difortifikasi yang biasa dikonsumsii dan di jual di warung, susu formula bagia anak yang tidak asi eksklusif atau lebih dati 2 tahun. Lalu sudah ada biskuit bayi yang mengandubg fortifikasi, lalu ada kentang fortifikasi, telur ekstra fortifikasi misalnya telur yang mengandung omega 3 dan tambahan zat besi,” ucapnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November


