Produksi Tesla Cybertruck Ditangguhkan, Apa yang Terjadi?

AKURAT.CO Produksi Tesla Cybertruck, kendaraan listrik futuristik buatan Elon Musk, dikabarkan mengalami penangguhan.
Informasi ini mencuat dari laporan di pabrik Tesla di Austin, yang menyebutkan para pekerja di jalur perakitan diminta absen selama tiga hari. Situasi ini memunculkan berbagai spekulasi tentang masa depan truk listrik berbentuk kotak yang kontroversial ini.
Dikutip dari Sea.mashable.com, Kamis (5/12/2024), penangguhan ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya, pabrik juga mengalami perlambatan serupa pada Oktober, disertai pengurangan lembur dan peningkatan tugas pembersihan untuk para pekerja.
Namun, Tesla belum memberikan pernyataan resmi terkait alasan di balik penurunan aktivitas ini.
Cybertruck dan Tantangan Penjualannya
Cybertruck awalnya diproyeksikan menjadi salah satu produk unggulan Tesla. Dengan lebih dari dua juta pre-order, truk listrik ini diharapkan dapat mendominasi pasar truk listrik Amerika Serikat.
Namun, data terbaru menunjukkan bahwa dari perkiraan dua juta pemesanan, hanya sekitar 50.000 yang tampak serius. Hal ini diperparah dengan keputusan Tesla untuk menaikkan harga rata-rata Cybertruck, meskipun performa jaraknya lebih rendah dari yang dijanjikan.
Pada tahun 2024, Cybertruck telah mengalami enam penarikan produk, termasuk masalah terbaru yang berpotensi menyebabkan roda kehilangan daya. Kasus ini menambah daftar panjang keluhan dari pemilik di media sosial, mulai dari kebocoran oli hingga kegagalan sistem.
Hingga kuartal ketiga 2024, Tesla diperkirakan telah menjual 28.000 unit Cybertruck. Meski lebih baik dibandingkan truk listrik dari Rivian dan Ford, angka ini masih jauh dari target tahunan 250.000 unit yang menjadi tolok ukur kapasitas produksi Tesla.
Selain itu, dengan penjualan Cybertruck terbatas di Amerika Utara dan regulasi yang ketat di Eropa dan Cina, prospek ekspansi internasional tampak sulit dicapai dalam waktu dekat.
Kinerja Cybertruck menjadi ujian besar bagi Tesla. Jika gagal memenuhi target, ini bisa berdampak pada reputasi dan nilai saham perusahaan.
Meski begitu, Elon Musk tampaknya tetap optimis dengan pendekatannya bahwa "jika Anda membangunnya mereka akan datang,".
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi








