Mengenal Fungsi Lubang-Lubang Kecil Pada Piringan Cakram dan Cara Merawat Rem Cakram

AKURAT.CO Pada piringan cakram motor, terdapat lubang-lubang kecil. Bagi pengendara, lubang piringan cakram seringkali dimanfaatkan untuk meletakkan gembok agar motor aman dari pencurian. Namun, tujuan adanya lubang pada piringan cakram tidak sesederhana hanya digunakan untuk gembok.
Fungsi dibuatnya lubang tersebut ternyata berkaitan langsung dengan performa rem. Seperti yang sudah diketahui, rem cakram termasuk salah satu sistem keamanan pada kendaraan yang paling banyak digunakan karena lebih stabil untuk menghentikan kendaraan.
Alasan rem cakram banyak digunakan karena bisa menciptakan radiasi panas yang baik (apabila terkena air bisa segera kering), mampu membuat pengereman lebih baik dan hasilnya stabil, dan komponen utamanya simpel.
Adanya lubang pada piringan cakram bukan juga untuk membuat rem pakem. Tetapi, berfungsi untuk melepaskan panas.
Lubang-lubang pada permukaan rem cakram bersentuhan langsung dengan kampas rem. Saat terjadi gesekan antara piringan dan kampas rem, suhu cakram akan cepat tinggi. Karena itulah lubang pada piringan cakram akan membantu mempercepat proses pendinginan cakram setelah bekerja atau melepaskan panas.
Meskipun berfungsi melepaskan panas, dalam kondisi pemakaian yang ekstrim, lubang tersebut justru bisa menyebabkan masalah. Misalnya pada balap sekelas MotoGP. Dengan kecepatan motor yang sangat tinggi, tentunya membutuhkan pengereman yang cepat dan stabil.
Oleh karena itu, lubang pada piringan cakram dibuat berbeda dengan lubang pada umumnya. Lubang pada piringan cakram dibuat tidak tembus. Tujuan agar panas yang terjadi tidak berkumpul di area lubang. Jika panas berlebih di bagian lubang, maka akan membuat cakram lebih mudah bergelombang.
Selain melepaskan panas, lubang-lubang kecil pada piringan cakram dibuat untuk pengurangan bobot kendaraan. Banyaknya lubang pada piringan ditentukan oleh kebutuhan daya rem. Fungsi lain dari lubang ini, yaitu untuk menghalau kotoran. Gesekan kampas rem biasanya menyisakan debu atau kotoran. Dengan adanya lubang, debu atau kotoran tersebut bisa langsung terbuang dari sela-sela lubang.
Sementara itu, karena fungsi yang sangat penting, rem cakram juga membutuhkan perawatan yang lebih intens. Seringkali pemilik kendaraan justru menyepelekan perawatan rem cakram. Padahal, jika salah satu kompetensi rem cakram bermasalah, bisa berakibat kecelakaan saat berkendara.
Untuk itu, berikut tips merawat rem cakram agar kamu terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
1. Membersihkan piringan cakram dan kampas rem
Piringan cakram dan kampas rem membantu kerja rem cakram lebih baik. Oleh karena itu, kamu harus rajin membersihkan dua komponen ini. Terlebih pada saat musim hujan. Lumpur dan kotoran sering menempel dan bisa merusak piringan cakram. Banyaknya kotoran yang menempel juga membuat kampas rem bekerja secara maksimal. Rem bisa jadi tidak pakem karena kotor.
2. Rutin melakukan pengecekan kaliper rem
Kapiler rem berfungsi menekan kampas agar kendaraan dapat melakukan pengereman. Jika bagian kapiler tidak bekerja, maka akan membuat pengereman tidak berjalan dengan lancar. Meski kapiler jarang sekali rusak, tetapi tetap saja ada kemungkinan rusak. Entah karena pemasangan yang kurang tepat atau posisinya goyang karena faktor tertentu.
3. Mengganti kampas rem
Kampas rem berfungsi untuk menghentikan piringan cakram. Komponen ini memiliki masa pakai dan bisa mengalami uas sehingga perlu adanya penggantian dalam periode tertentu atau jika kondisinya memang sudah harus diganti.
Penggantian kampas rem tidak bisa ditentukan dari berapa jarak yang sudah ditempuh karena setiap pengendara memiliki gaya mengendarai berbeda-beda. Gaya mengemudi inilah yang menentukan cepat atau lamanya komponen kampas rem harus diganti. Meski begitu kamu tidak perlu khawatir, karena ciri kampas rem yang perlu diganti, yaitu remnya sudah tidak pakem lagi.
4. Rutin mengganti minyak rem
Minyak rem merupakan bagian vital yang akan menciptakan tekanan. Apabila kondisi minyak rem sudah tidak bagus, akan membuat daya pada tekanan rem otomatis berkurang. Idealnya, penggantian minyak rem pada kendaraan bermotor adalah setiap 20.000 km sampai 30.000 km sekali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat




