Fitra Eri Ungkap Penyebab Kecelakaan di Jalan Tol yang Harus Diwaspadai

AKURAT.CO Jurnalis, car reviewer, sekaligus pebalap mobil Fitra Eri melalui channel YouTube-nya berbagi informasi mengenai penyebab utama kecelakaan di jalan tol. Hal itu menyusul kecelakaan tragis yang merenggut nyawa artis Vanessa Angel dan sang suami.
Tak hanya berbicara seputar penyebab kecelakaan, dalam kontennya kali ini Fitri juga mengedukasi para penonton channel YouTube-nya tentang bagaimana cara mengantisipasi atau cara mengurangi resiko dan saran yang tepat saat mengalami insiden di jalan tol.
"Sudah lama saya ingin membuat mengenai penyebab utama kecelakaan di jalan tol. Kecelakaan yang menimpa Vanessa Angel membuat publik sekarang sedang memusatkan perhatiannya ke kejadian tersebut. Jadi, saya rasa ini saat yang tepat untuk mengeluarkan video edukasi mengenai apa bahayanya berkendara di tol dan apa saja yang merupakan penyebab utama kecelakaan di tol dan bagaimana cara kita mengatasinya," kata Fitra Eri dalam video edukasi yang ia buat.
- Faktor cuaca
Penyebab kecelakaan di tol yang pertama menurut Fitra Eri adalah faktor cuaca. Cuaca buruk, seperti hujan angin bisa mempengaruhi stabilitas mobil, daya cengkram mobil, dan jarak pandang ke depan.
"Kalau cuaca sedang buruk, kecepatan di tol yang diizinkan itu 60 km sampai 100 km/jam. Kecepatan tersebut masih dalam batas yang aman. Sesuai dengan peraturan dan jarak pandang, serta kita juga perlu menjaga jarak aman," ujar Fitra Eri.
- Kondis jalan tol di Indonesia
Selain cuaca, faktor berikutnya yang menyebabkan kecelakaan di jalan tal adalah kondisi jalan. Menurut Fitra Eri, kondisi jalan tol di Indonesia tidak mulus. Banyak tambalan bahkan ada jembatan yang bisa mengakibatkan mobil melompat.
Hal tersebut sangat berbahaya apalagi ketika melintas dengan kecepatan yang tinggi. Maka, Fitra Eri menyarankan, jangan memacu kecepatan melebihi batas kecepatan dan tetap melihat jauh kedepan. Jangan hanya melihat bemper mobil depan saja. Jadi, ketika pandangan terhalang, sebaiknya bergeser sedikit atau mengambil jalur yang berbeda supaya bisa melihat kondisi jalan yang jauh.
- Melakukan manuver mendadak.
Kemudian, penyebab kecelakaan yang berikut adalah manuver mendadak. Mobil yang melakukan manuver mendadak misalnya, karena kondisi jalan rusak yang membuat kaget kemudian melakukan banting setir mendadak akan mengakibatkan mobil melintir. Meskipun mobil tersebut sudah menggunakan stability control hanya akan meminimalisir bukan 100% terhindar dari kecelakaan.
"Sebisa mungkin hindari manuver secara mendadak. Mendadak mengerem atau mendadak belok dan kanan belok kiri," kata Fitra Eri.
- Kondisi ban
Salah satu penyebab hilangnya kemudi adalah kondisi ban. Apalagi saat hujan turun, bisa menyebabkan aquaplaning yang membuat mobil mengambang di atas air dan tidak bisa dikendalikan sama sekali. Oleh karena itu, Fitra Eri menyarankan untuk kapanpun mengganti ban jika dirasa sudah tidak layak digunakan. Jangan sampai menunggu hingga ban gundul.
- Genangan air
Genangan air juga menjadi penyebab kecelakaan berikutnya. Genangan air yang terletak pinggir kanan atau kiri jalur, masih terbilang cukup aman karena bisa dihindari. Yang berbahaya adalah genangan yang terletak di tengah jalan.
"Yang pasti ketika ada genangan, jangan melakukan manuver mendadak," tegas Fitra Eri.
Jika terpaksa harus menerjang genangan, usahakan setir tetap lurus. Semisal terjadi aquaplaning, arahkan mobil ke arah yang benar. Jangan mengerem mendadak karena berisiko mobil hilang kendali.
- Over speed
Memacu mobil dengan kecepatan tinggi sudah pasti akan sangat berbahaya. Oleh karena itu, hindari memacu mobil dengan kecepatan tinggi. Sebisa mungkin usahakan memacu mobil dengan kecepatan tidak lebih dari 100 km/jam.
"Over speed membuat mobil lebih sulit dikendalikan. Apalagi pada saat mobil tiba-tiba melintir atau mengerem mendadak," ujar Fitra Eri.
- Tidak menjaga jarak aman
Ketika tidak menjaga jarak aman, sangat berisiko pada saat terjadi kecelakaan. Bisa membuat kecelakaan beruntun, sehingga menjaga jarak aman adalah sebuah keharusan.
"Zaman dulu menjaga jarak aman itu menggunakan ukuran meter. Tapi, sebaiknya menjaga jarak aman menggunakan metode waktu. Caranya gampang sekali, minimal kita harus berada 2 detik dari kendaraan di depan. Kalau keadaan basah minimal 3 detik ke depan," ujar Fitra Eri.
- Hilang konsentrasi
Penyebab kecelakaan di jalan tol yang paling sering terjadi adalah karena hilangnya konsentrasi. Hilangnya konsentrasi juga bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor. Mulai dari gangguan dari penumpang, melakukan aktivitas lain seperti makan atau menggunakan ponsel.
- Lelah dan mengantuk
Lelah dan mengantuk adalah hak yang manusiawi, tetapi sangat berbahaya jika sedang dalam kondisi mengemudi. Untuk mencegah hal ini, usahakan ada driver pengganti saat akan melakukan perjalanan jauh. Jadi, ketika salah satunya sudah mulai lelah atau mengantuk bisa bergantian.
"Sebisa mungkin berkendara di jam biologis kita. Kalau kita biasa bangun di pagi hari, berkendara di pagi hari. Jangan berkendara di tengah malam karena jam biologis kita biasanya akan menyesuaikan jam istirahat," kata Fitra Eri.
Fitra Eri menambah, rasa kantuk juga bukan hanya disebabkan oleh jam-jam biologi. Tetapi juga oleh suara yang konstan, seperti suara jalan, suara musik, dan suara desiran angin. Jadi, saat mulai mengantuk jangan berkendara. Cari gantinya atau cari rest area terdekat dan segera beristirahat tidur meskipun hanya sebentar.
- Ban pecah
Ban pecah menjadi faktor penyebab kecelakaan berikutnya. Ketika ban pecah, pengendara biasanya panik. Padahal resiko kecelakaan bisa diminimalisir. Maka dari itu, pada saat ban pecah jangan langsung panik dan kaget. Kemudian jangan langsung menginjak rem karena akan membuat mobil melintir.
"Saat ban pecah, kurangi gas secara perlahan dan pelan-pelan minggirlah ke kiri pakai sen. Setelah kecepatan itu di bawah 30 km per jam baru boleh menginjak rem, tapi tetap hati-hati. Sebab ketika menginjak rem keadaan masih ada kemungkinan mobil akan membanting ke satu arah," ungkap Fitra Eri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 4Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 5FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 6Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia




