SETIAP musibah adalah air mata. Seorang sastrawan tersohor pada abad ke-19 asal Prancis punya taklimat penting soal ini; "Tears are the silent language of grief". Setiap tragedi, kesedihan seringkali hadir tanpa suara, namun terasa begitu dalam dan nyata.
Hal itu terlihat pada kecelakaan yang terjadi di Bekasi Timur pekan ini. Saat kereta api menabrak kendaraan sedang melintas, tak berselang lama kereta jarak jauh menghantam KRL (domino effect). Sangat menyedihkan, dalam waktu singkat, tiga rangkaian kereta terlibat insiden beruntun.
Ingatan saya langsung melayang pada tragedi 2 Oktober 2010 di Petarukan, Pemalang. Dalam peristiwa 2010 tersebut, KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Pasar Turi Surabaya menghantam KA Senja Utama Semarang relasi Pasar Senen-Semarang Tawang. Sebanyak 35 orang meninggal, 29 luka berat, dan 5 orang luka ringan. Kesamaan dari kejadian itu adalah KA Argo Bromo Anggrek menubruk kereta api lain dari belakang (rear-end collision).
Belum selesai peristiwa itu, Kecelakaan KA kembali terjadi pada Selasa malam 28 April 2026 di Kota Blitar. Kejadian ini bermula saat sebuah truk tronton mogok di atas rel dan akhirnya tertabrak kereta api.
Peristiwa di atas bukan sekedar angka dalam laporan, melainkan kisah pilu yang menyentuh banyak hati; keluarga yang kehilangan, saksi yang terguncang, serta masyarakat yang ikut merasakan getirnya kejadian tersebut.
Kejadian ini kembali mengingatkan kita bahwa keselamatan di perlintasan rel masih menjadi persoalan serius. Di satu sisi, kereta api melaju di jalurnya dengan kepastian dan prioritas. Namun di sisi lain, masih ada kelalaian, ketidaksabaran atau bahkan kurangnya kesadaran yang berujung pada tragedi. Dalam hitungan detik, sebuah keputusan kecil, dapat berubah menjadi duka besar.
Duka yang dirasakan oleh KAI sejatinya adalah duka bersama. Peristiwa ini tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan refleksi kolektif tentang pentingnya disiplin, kehati-hatian, dan kepatuhan terhadap aturan di perlintasan. Tidak ada perjalanan yang sepadan dengan risiko kehilangan nyawa.
Momentum ini seharusnya menjadi pengingat bagi semua pengguna jalan, operator hingga pemangku kebijakan untuk memperkuat komitmen terhadap keselamatan. Edukasi terus harus terus di gencarkan, pengawasan diperketat, dan infrastruktur diperbaiki.
Sebab pada akhirnya, setiap nyawa yang hilang, bukan hanya meninggalkan luka bagi keluarga, tetapi bagi kita semua sebagai sesama manusia. Karena di balik setiap musibah, ada pelajaran yang menuntut untuk tidak lagi diabaikan.
Lebih dari itu, tragedi seperti ini seharusnya tidak hanya berhenti oada empati sesaat. Ia harus menjadi titik balik, bahwa keselamatan bukan sekedar slogan, melainkan budaya yang harus dibangun dan dijaga bersama.
Tidak cukup hanya menyalahkan, tetapi juga memperbaiki. Tidak cukup hanya berduka, tetapi juga berbenah. Karena pada akhirnya, rel-rel yang kita lintasi setiap hari bukan hanya jalur perjalanan, melainkan juga pengingat; bahwa hidup berjalan berdampingam dengan risiko, dan hanya dengan kesadaran bersama, risiko itu bisa ditekan sekecil mungkin.
Dan semoga tidak ada lagi air mata yang harus menjadi bahasa terakhir dari sebuah kelalaian.
Subhan Akbar Saidi, Dosen di Universitas Jakarta, giat menulis artikel dan buku yang berkaitan dengan isu sosial, ekonomi, dan politik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Ijazah Gibran Dipersoalkan, Politisi PSI Singgung Riwayat Pendidikan BJ Habibie
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi






