Akurat Logo

Olimpiade Tokyo jadi Pedoman Penyelenggaraan Tour de Singkarak 2021

Ardiansyah Pratama | 20 Agustus 2021, 10:02 WIB
Olimpiade Tokyo jadi Pedoman Penyelenggaraan Tour de Singkarak 2021

AKURAT.CO, Tour de Singkarak 2021 (TdS) direncanakan akan berlangsung dalam lima etape pada 16-21 Oktober 2021 dengan melibatkan dua kota dan dua kabupaten di Sumatra Barat dan satu kabupaten di Jambi.

Sebagai Sport Tourism, TdS 2021 akan menghadirkan sesuatu yang baru, yaitu Singkarak Grand Fondo yang selama ini belum pernah dilakukan. Dalam konsep itu, para penggiat balap sepeda dan penghobi bisa menjajal dan merasakan keindahan rute TdS.

Setelah melihat kesuksesan sistem pelaksanaan Olimpiade Tokyo 2020, penyelenggara balap sepeda TdS akan mengadopsi sistem pelaksanaan di tengah pandemi virus corona (Covid-19) dengan mengatur pola pergerakan pembalap dan ofisial agar bisa berjalan sukses dan tidak menjadi cluster baru Covid-19.

"Tim teknis harus mempelajari protokol pelaksanaan Olimpiade Tokyo untuk diadopsi dalam TdS 2021 sehingga bisa tetap berjalan dengan baik di tengah pandemi,: kata wakil ketua harian Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI), Jadi Rajaguguk dalam rapat koordinasi TdS 2021 di Batusangkar.

Di Olimpiade, saat kontingen dan ofisial sampai di Tokyo mereka langsung mendapatkan tes swab PCR dan menjalani karantina selama 14 hari. Keringan diberikan kepada kontingen sehingga waktu isolasi tidak akan sampai selama itu.

Pun begitu, pergerakan mereka akan sangat dibatasi sesuai dengan penerapan prinsip bubble system (karantina) yaitu hanya diperbolehkan dari hotel ke venue pertandingan. Tidak boleh ke tempat lain, bahkan mengunjungi wisma atlet.

Penyelenggara mengatakan konsep itu pula yang akan digunakan dalam TdS 2021. Pembalap dan ofisial hanya diberi ruang pergerakan dari hotel tempat menginap ke lokasi lomba, sehingga kesehatan mereka benar-benar terjaga.

Selain itu, bagi penyelenggara dan pejabat setempat yang tidak terdaftar dalam sistem registrasi elektronik tidak akan diperkenankan untuk berada di lokasi pertandingan yang telah dikarantina.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat, Novrial mengatakan pengalaman PB ISSI saat membawa atlet ke Olimpiade Tokyo, sangat besar artinya dalam kesuksesan penyelenggaraan TdS 2021. Tim teknis harus mempelajari pengalaman itu untuk diterapkan dalam pelaksanaan kejuaraan.

Novrial juga mengatakan bahwa TdS 2021 sebagai role model dari modrn sport tourism terbesar di Indonesia bahkan Asia Tenggara harus bisa menunjukkan konsep pelaksanaan yang matang dan terukur dalam masa pandemi.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.